Apakah Puncak Jaya Masih Wilayah NKRI Atau Bukan?

JUBI — Bupati Puncak Jaya, Lukas Enembe mempertanyakan apakah Kabupaten Puncak Jaya masih masuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) atau tidak? Pertanyaan ini dilontarkan Lukas Enembe terkait adanya perbedaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disubsidi dan tidak disubsidi ke wilayah yang dipimpinnya.

Dikatakannya, di Kabupaten Puncak Jaya harga BBM yang disubsidi dan dipasok resmi oleh Pertamina mencapai kisaran  harga Rp. 35 ribu. Namun harga itu bisa berubah dan mengalami kenaikan hampir 50 persen atau kisaran Rp. 50 – 60 ribu  jika dibawa secara eceran dan tidak lewat agen.

“Apakah kami yang ada di Puncak Jaya ini masih bagian dari Indonesia atau bukan. Tingginya harga BBM di pegunungan ini bisa dikategorikan pelanggaran HAM bagi masyarakat di pegunungan. Jadi kalau mau disubsidi ya subsidi semualah. Jangan ada yang disubsidi ada yang tidak,” kata Lukas Enembe, Jumat malam (30/3).

Ia juga menilai, naik atau tidaknya harga BBM tidaklah membawa pengaruh bagi masyarakat yang ada di wilayah kabupaten Pegunungan Tengah Papua karena harga kebutuhan hidup sangat tinggi.

“Kalau di wilayah lain mungkin dampaknya terasa. Namun naik tidaknya harga BBM tidak ada bedanya bagi kami karena tingginya biaya hidup di sana. Selain itu kami masyarakat yang ada di wilayah Pegunungan Tengah sudah terbiasa menggunakan kayu bakar,”tukas Lukas Enembe. (Jubi/Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *