Golkar Tidak Pernah Nyatakan Tolak Kenaikan BBM

JUBI — Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Aburizal Bakri, menegaskan, Partai Golkar tidak pernah mengatakan menolak kenaikan BBM. Tetapi tepatnya mengatakan saat ini kenaikan BBM tidak tepat.

“Sebagai partai berkoalisi, Golkar pun pernah memberikan perhitungan-perhitungan seperti parpol lainnya. Dimana pernah memberikan perhitungan bahwa pada saat harga seperti sekarang ini, kita bisa mencari jalan lain, agar tidak ada kenaikan pada saat ini. Yang pasti Golkar tidak pernah mengatakan tidak setuju BBM naik, namun kita katakan naik sekarang tidak tepat.” tegas Aburizal Bakri kepada wartawan usai membuka Rapat Kerja Teknis Pemenangan Pilkada dan Pilres, di Swisbell Hotel Jayapura, Jumat (30/3) malam.

Menurut dia, pemerintah seharusnya dapat diberikan haknya kembali yaitu untuk menentukan suatu harga minyak atau harga BBM. Tetapi tentu dengan pembatasan-pembatasan.

Dia menjelaskan, kalau harga minyak misalnya naik ke 150 dolar per barel, apa tidak boleh naik. Sehingga ada pembatasan-pembatasan sekarang. Maka pembatasan itu satu swing turun naiknya itu, antara 10 sampai 20 persen.

“Belum diputuskan swingnya itu antara 10 sampai 15 persen. Saya harapkan begitu. Kita bisa memanfaatkan dengan ICP seperti sekarang. Maka sebetulnya tidak akan ada penaikkan. Maka dengan demikian, baru ada kenaikan kalau ada masuk didalam swingnya itu dibandingkan APBN 2011. Itu sebabnya kenapa golkar melihat hal itu. Golkar sangat realistis dan tidak memakai emosi didalam melaksanakan itu. Swingnya sedang kita bicarakan,” jelasnya.

Dia mengatakan, ada APBNP 105 dollar per barel. Dimana Sekarang lagi dibahas didalam forum lobi DPR berapa swingnya. Golkar mengatakan swingnya 10 sampai 15 persen. Dengan demikian, kalau swingnya 15 persen maka ICP nya itu 150 per barel dulu baru dapat dinaikkan. Kalau 150 sudah pasti akan naik karena diatas swing.

“Kalau dilihat dari ICP untuk dunia 124 dolar per barel sedangkan untuk Indonesia 104 dollar per barel atau persisnya berapa. Sebab Golkar punya perhitungan tidak boleh naik, bukan berarti kalau naik ke kisaran 150 tidak boleh naik,” ujarnya.

Menyinggung soal apakah keputusan Golkar sudah dipikirkan, Aburizal menegaskan, semua ini adalah untuk kepentingan seluruh bangsa Indonesia dan termasuk kepentingan koalisi. Semua diusulkan dalam satu kebijakan yang diambil dan selalu di komunikasikan dengan Pihak koalisi, walau terkadang sependapat dan terkadang tidak.

“Tidak ada soal keluar mengeluarkan dari koalisi. Semua mengeluarkan dengan perhitungan dan itulah yang kita sampaikan,” katanya.

Sekedar untuk diketahui, selama tiga hari kedepan, Partai Golkar menyelenggarakan Rakornis Bidang Pemenangan Wilayah Maluku dan Papua. Dengan mengambil Tema “Membangun Soliditas Partai Golkar Untuk Pemenangan Pilkada, Pileg dan Pilpres”. (JUBI/Alex).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *