Lukas Enembe: Pembagian BLT Untuk Pembangunan Sarana Umum

JUBI — Menilai tidak berartinya Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat di Puncak Jaya, Maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) daerah itu akhirnya mengambil kebijakan menggunakan dana BLT untuk membangun sarana umum di setiap kampung.

Bupati Puncak Jaya, Lukas Enembe mengatakan, jika dana BLT yang diberikan pemerintah pusat kepada masyarakat Puncak Jaya tetap pada kisaran Rp. 150-300 itu tidak ada artinya bagi masyarakat di daerah itu. Untuk itu Pemkab Puncak Jaya mengambil kebijakan menggunakan dana tersebut membangun sarana umum di setiap kampung.

“Jika BLT tetap pada kisaran Rp. 150-300 ribu itu tidak berguna bagi masyarakat yang ada di pegunungan. Jadi daripada dana itu dibagikan langsung kepada masyarakat, maka lebih baik kita hitung berapa KK yang mendapat BLT disetiap kampung dan kita berikan langsung sesuai jumlah KK lalu masyarakat menggunakannya untuk membangun fasilitas umum di kampung,” kata Lukas Enembe, Jumat malam (30/3).

Menurutnya, untuk wilayah Puncak Jaya dan sekitarnya, jika akan BLT yang diberikan kepada masyarakat, maka minimal Rp. 1 juta per Kepala Keluarga (KK). Karena jika hanya Rp. 150-300 itu tidak ada artinya bagi masyarakat di pegunungan.  

“Daripada dana itu dibagikan langsung, mending digunakan  masyarakat buat fasiltas di kampung. Karena jika satu kampung bisa mencapai sampai Rp. 1 milliar, maka sudah bisa digunakan untuk pembuatan jalan, pengadaan  air bersih dan lainnya. Kalaupun minimal per orang  Rp. 1 juta, itu baru cukup,” terang Enembe.

Dikatakan Enembe, jika BLT turun, pihaknya menginstruksikan kepada Kanto Pos untuk tidak membagikannya terlebihdahulu. Namun menghitung berapa jumlah KK yang akan menerima BLT disetiap kampung lalu diserahkan secara langsung untuk membuat fasilitas umum di kampung tersebut.

“Kalau BLT turun saya akan instruksikan kepada Kantor Pos jangan dibagi dulu. Tetapi  menghitung berapa KK yang akan mendapat BLT per kampung dan kami serahkan untuk pembangunan fasilitas umum.  Karena jika diberikan dengan jumlah hanya sebesar itu, masyarakat mau beli apa,” tandas Lukas Enembe. (Jubi/Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *