Orang Asli Papua Papua, Maju Kena, Mundur Kena

JUBI—Kehidupan orang Papua yang dulu penuh dengan keseimbangan dan keharmonisan berubahan menjadi kehidupan yang tidak seimbang akibat gaya hidup baru yang tidak terkontrol.

“Orang Papua dulu hidup dengan keseimbangan dengan semua. Ia menjalin relasi dengan Tuhan, leluhur, sesama manusia, diri sendiri dan alam semesta,” Kata pastor John Bunai Pr.

Pastor John Bunay mengatakan itu dalam Seminar Sehari “Mencari Jati Diri Orang Papua di gedung pertemuan Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK), Jumat (30/3) di Waena, Kota Jayapura, Papua.

Kehidupan yang harmonis yang ada dalam kehidupan orang Papua itu berubah total.  “Ada suatu lompatan budaya dalam kehidupan orang Papua,”katanya.  

Orang Papua tidak bisa lagi mengatasi lompatan ini. Orang Papua berada dalam kebingungan. Maju kena mundur kena. “Masyarakat Papua tidak berdaya, mati, hidup, pergi dan tinggal tak hendak,” katanya.  

Lompatan Budaya itu akibat perkembangan dunia modern dan pola kerja Pemerintah yang seperti Sinterkelas yang bagi-bagi uang saja.

“Orang Papua menjadi bermental enak, hanya tahu buat proposal, hanya tahu makan tidak tahu kerja,”katanya.

Semua mental ini akan menjadi masalah kalau status Otonomi Khusus Papua habis. “Pemerintah bisa bagi-bagi kan kerena Otonomi Khusus. Otonomi khusus habis nanti kita lihat saja ke depan,” kata Pastor yang menempuh pendidikan spiritual di Philipina ini. (Jubi/Voxpopa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *