Gelombang Perairan Papua Capai Tiga Meter

JUBIBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMGK) Balai Besar Wilayah V Jayapura, memprakirakan tinggi gelombang perairan Papua mencapai tiga meter.

Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG, Aly Muzayyin, di Jayapura, Minggu (1/4), menjelaskan, gelombang dengan tinggi tiga meter dapat terjadi di perairan samudera pasifik utara Jayapura, Papua.

“Prakiraan cuaca Provinsi Papua dan Papua Barat ini, berlaku selama 24 jam mulai Senin (2/4) sampai dengan Selasa (3/4) Pukul 06.00 WIT,” Jelasnya.

Dikatakannya, untuk cuaca di wilayah Papua, seluruh daerah diperkirakan akan turun hujan lokal pada pagi dan siang hari. Sementara pada malam hari akan hujan, dengan suhu udara rata-rata 24 sampai dengan 31 derajat celcius. Angin di wilayah Kota Jayapura berpeluang berhembus dari arah barat hingga utara berkecepatan antara 5 hingga 25 kilomter perjam. Sementara, untuk sebagian wilayah Provinsi Papua Barat, cuaca diprakirakan akan turun hujan lokal dan hujan pada pagi hingga malam hari.   

Menyinggung perubahan cuaca yang tidak menentu, dia memperkirakan akibat pengaruh tekanan rendah di perairan utara Australia dan Samudera Pasifik.   

 

“Kondisi itu mempengaruhi pembentukan daerah pertemuan angin yang memanjang di laut Jawa serta dari laut Banda hingga laut Arafuru,” ujarnya.    
    

Kondisi itu, lanjut dia, juga berpengaruh terhadap proses pertumbuhan awan hujan yang semakin meningkat di wilayah timur dan barat laut serta perairan utara Papua. Selain itu, ujar Aly Muzayyin, kelembaban udara yang cukup besar dan suhu muka laut masih hangat juga memberikan dukungan terhadap pertumbuhan awan hujan. Dia mengatakan, topografi Papua yang berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik serta arah angin dari laut Filipina menjadi salah satu penyebab perubahan cuaca, seperti pembentukan awan dan hujan yang begitu cepat di Papua sehingga pihaknya terkadang sulit memprediksinya.   

 

“Kami selalu memberitahukan tentang perkembangan cuaca untuk peringatan kepada warga seperti melalui media, radio pantai, TNI Angkatan Laut, dan administrator pelabuhan,” katanya.
    

Untuk itu, Aly Muzayyin mengimbau para nelayan dan masyarakat yang ingin menggunakan tranportasi laut dan udara untuk lebih sering memperhatikan informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan. (JUBI/Alex)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *