“Kalau Datang Tsunami, Kita Bisa Habis”

JUBI – Penanaman kembali hutan mangrove atau hutan bakau di kampung Nafri Kota Jayapura harus menjadi perhatian warga setempat, karena keberadaan hutan mangrove akan mengembalikan sirkulasi kehidupan laut dan mengantisipasi bencana tsunami.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura, Ir. Yan Piet Nerokouw mengingatkan hal itu dihadapan warga kampung Nafri dan warga jemat GKI Petra Nafri saat menyampaikan sambutannya pada momentum perayaan hari ulang tahun (HUT) Pekabaran Injil (PI) ke 101 tahun di Kampung Nafri, Minggu, (1/4).

“Jangan lupa hutan mangrove, harus ditanam kembali, kalau datang tsunami, kita bisa habis.” Ingat Nerokouw yang adalah putra asli kampung Nafri. Bahkan dia mengingatkan warganya untuk tidak melakukan bom ikan, karena akan merusak terumbu karang.

“Hari ini stop bom dan stop minum, jangan sampai celaka,” pesan Nerokouw. Menurut Nerokouw bahwa Kota Jayapura secara fisik harus dikembalikan keaslianya seperti ‘taman Eden”. Namun selama 35 tahun, kota ini berubah total, dimana hutan rusak.

“Indikatornya turun hujan dan banjir karena hutan rusak. Faktor banjir tanggal delapan februari  mengingatkan kita untuk kembali lestarikan hutan di Kota Jayapura,” ungkap Nerokouw yang juga dosen Universtias Papua Manokwari Papua Barat ini.

Pada momentum perayaan HUT PI ke 101 tahun di Nafri, pemerintah kota Jayapura juga berkenan memberikan bantuan bibit tanaman mangga, rambutan dan durian. Panitia pelaksana perayaan HUT PI ke 101 tahun, Roby Awi melaporkan bahwa panitia dalam momentum tersebut mengingatkan warga untuk peduli terhadap lingkungan di Nafri. Terutama burung asli yang selama ini berterbangan di Nafri yang dikenal burung mata merah atau bahasa nafri disebut ‘horio-horio’ semakin berkurang populasinya.

Pada perayaan kemarin juga dilepaskan secara simbolis burung horio-horio dan burung merpati ke habitatnya sebagai pertanda pelestarian lingkungan alam, baik laut, darat dan udara menjadi perhatian panitia. Pelepasan burung horio-horio dan merpati dilakukan Ketua DPRD Kota Jayapura, Ny. Wilhemina Kambuaya, Ketua LMA Port Numbay, George Awi, Ketua Klasis GKI Jayapura, Pdt. Wilem Itar dan sejumlah pejabat SKPD di lingkungan Kota Jayapura.

“Burung-burung ini saya lepaskan sebagai pertanda ada kehidupan di Nafri,” ujar Ny. Kambuaya yang juga isteri dari MR. Kambu mantan Walikota Jayapura periode lalu. (JUBI/Roberth Wanggai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *