Semua Orang Sama Dimata Hukum

JUBI— Setelah  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Merauke memberikan proses asimilasi kepada oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Chaterina Gebze untuk dapat menghirup udara segar di luar,  berbagai kalangan mempertanyakan, termasuk salah seorang pengacara di Pengadilan Negeri (PN) Merauke, Efrem Fangohoy, SH.

 

Saat ditemui tabloidjubi.com di kantornya, Sabtu (31/3), Efrem mengungkapkan, pihaknya baru mendengar jika Chaterina Gebze diberikan asimilasi oleh Lapas untuk bisa berada di luar  penjara. “Ya, pemberian asimilasi kepada bersangkutan, tentunya harus disertai dengan dasar kepatutan yang jelas. Tidak bisa dengan sepihak mengeluarkan napi begitu saja,” tegas Efrem.

 

Bagi Efrem, asas kepatutan yang dimaksud adalah jika Chaterina Gebze sedang sakit. Sehingga perlu menjalani perawatan lebih intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Olehnya,  menjadi pertimbangan Kalapas sehingga dia mendapatkan asimilasi. “Saya mau katakan bahwa semua orang di mata hukum adalah sama. Tidak karena orang berduit atau memiliki sesuatu lalu diberikan kesempatan keluar masuk begitu saja,” ungakpnya.

 

Dia mengaku, Chaterina Gebze adalah kliennya dalam kasus ijazah palsu tersebut. Namun, setelah proses hukum sudah tuntas hingga putusan pengadilan, maka berakhir kontrak. Jadi, itu adalah kewenangan dari Lapas Merauke.  “Rekan-rekan wartawan bisa menanyakan kembali kepada Kalapas Merauke, Aris Munandar. Karena tentu ada alasan mendasar yang dijadikan sebagai dasar,” saran Efrem. (Jubi/Ans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *