Kantor Gubernur Akan Didemo 18 Cabor PON Papua

Jayapura, (29/4) – Kantor Gubernur Provinsi Papua, Senin, (30/4), akan didemo oleh 18 cabang olahraga (Cabor) yang dipersiapkan ke Pekan Olahraga Nasional (PON), September mendatang di Riau-Pekanbaru. Pemantikannya sampai detik ini, eksekutif belum menurunkan dana yang berbuntut pada penunggakan utang-utang jasa transportasi, dan belum dipenuhinya beberapa peralatan latihan.
Koordinator 18 cabor, Carol Renwarin, Minggu, (29/4) saat ditemui di Hotel Mahkota Hamadi Pantai-Kota Jayapura Papua, mengatakan hasil pertemuan yang dilakukan itu, dari 18 cabang, dua cabor tidak hadir, yakni softball dan terbang layang. Kedua cabang tersebut kata Carol untuk Sotball sedang try out ke Filipina dan terbang layang di Jogjakarta.
Intinya kata Carol, demo damai Senin itu mempertanyakan ke pihak eksekutif selaku pengelola anggaran, apakah anak Papua yang tergabung dalam tim PON Papua jadi ikut ke PON atau tidak.
“Kalau besok (Senin) demo kami tidak didukung (eksekutif) kami bertanya kenapa. Kalau didukung, apa konsekuensinya,”bilang Carol Renwarin. Carol menambahkan bahwa forum rapat yang dilangsungkan di Hotel Mahkota Hamadi Pantai itu, bahwa mereka berkomitmen untuk pencairan dana harus Rp 101 milyar, sesuai ketukan palu DPRP.
Masih menurut pelatih kepala tinju PON Papua itu bahwa forum cabor PON Papua juga merasa tersinggung dengan pernyataan salah satu pejabat eksekutif di Pemda Provinsi Papua bahwa keikutsertaan Papua di ajang PON hanya berpartisipasi.
“Kami rasa kecewa karena ada ungkapan Papua hanya berpartisipasi pada PON. Itu yang buat tim (kami) emosi,”ungkap Carol Renwarin saat ditemui di Hotel Mahkota Hamadi.
Secara terpisah, Koordinator Humas Puslatprov KONI Papua, Stev Dumbon mengatakan bahwa kondisi keuangan di KONI Papua sudah tersendat-sendat, akibat Pemda Provinsi Papua belum juga mencairkan dana bagi pelaksanaan Puslatprov 18 cabor.
Menurut rencana demo Senin itu akan melakukan start awal pukul 06.30 WIT yang berpusat di GOR Cenderawasih APO dan pukul 07.30 WIT rombongan melakukan arak-arakan ke kantor Gubernur.
“Surat ijin sudah kami layangkan ke kepolisian, tinggal dikeluarkan ijinnya,”ujar Carol Renwarin. (JUBI/Roberth Wanggai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *