Maniagasi Mediasi Perdamaian di Kabupaten Puncak

Jayapura, (29/4) – Penjabat Bupati Kabupaten Puncak, Drs. James Willem Maniagasi, tidak mau konflik di daerahnya berlarut-larut. Langkah cepat pun diambil demi meminimalisir situasi dan kondisi agar aman terkendali. Maka sebagai Pembina kemasyarakatan di daerah itu, Sabtu, (28/4) dilakukan pembentukan panitia perdamian kabupaten Puncak yang berlangsung di Hotel Matoa Kota Jayapura-Papua. Dua tokoh sentral di Puncak itu pun masing-masing Elvis Tabuni dan Simon Alom sepakat mengakiri konflik di daerah itu.
Menariknya di pertemuan itu, Elvis Tabuni dan Simon Alom duduk berdampingan disebelah kanan dan kiri penjabat Bupati Puncak, James Willem Maniagasi. Selain dihadiri oleh dua tokoh sentral, juga tokoh adat, tokoh agama dan pendukung masing-masing kubu. Penjabat Bupati Puncak James Willem Maniagasi dan seluruh komponen yang ada sepakat membentuk panitia perdamaian, yang diketuai oleh asisten I, Ir. Esron Paseren, hal mana panitia tersebut akan bekerja selama dua minggu guna memfasilitasi rencana perdamaian yang direncanakan akan berlangsung di Kabupaten Puncak.
Kepada wartawan Simon Alom berujar jika selama ini semua masyarakat baik yang di Puncak, maupun diluar Kabupaten Puncak, menginginkan perdamaian. Masyarakat kata Simon Alom ingin membangun sama seperti Kabupaten lain di Pegunungan Tengah,
“Sehingga kedatangan saya dan Elvis Tabuni, membawa hikmah ke Ilaga untuk proses perdamaian dan menyongsong kemajuan seperti kabupaten lain. Dan selama ini yang di idam-idamkan masyarakat.”
Lanjut Simon Alom, dirinya bersama Elvis Tabuni sudah berdamai dan berharap tidak ada lagi permusuhan diantara masyarakat Puncak, atau pendukung mereka.
“Saya juga berharap agar roda pemerintahan di Ilaga bisa berjalan dengan baik,”jelas Simon Alom usai pertemuan tersebut sembari mengatakan dirinya sudah 7 tahun bekerja sebagai Bupati dan dirinya merasa takut jika kabupaten tersebut dicabut kembali oleh pemerintah pusat.
“Maka saya juga menginginkan perdamaian bisa berjalan cepat. Dan saya minta semua masyarakat Puncak mendukung perdamainan, kurang lebih saya minta maaf,” tambahnya.
Ditempat yang sama Elvis Tabuni yang kini menjabat sebagai ketua DPRD Kabupaten Puncak, berharap agar perdamainan di Puncak, bukan lagi menjadi tanggung jawab dirinya dan saudara Simon Alom saja, namun harus menjadi tugas bersama pemerintah dan masyarakat.
“Sehingga pembangunan di Puncak bisa segera terlaksana, dengan satu harapan, tingkat kesejahteraan masyarakat Puncak bisa tercapai, sama seperti saudara-saudaranya yang lain. Saya minta pemerintah daerah Provinsi untuk sama-sama mendukung perdamaian ini,” pungkasnya.
Elvis Tabuni mengakui, jika keduanya dalam minggu ini akan berada di ibu kota Puncak, bersama dengan beberapa pendukung, dalam rangka menciptakan perdamaian di Kabupaten Puncak.
“Jika ada orang bilang di sana ada pemalangan dengan kedatangan saya dengan rombongan Forkompinda, saya nilai itu isu saja, kita akan datang ke Ilaga untuk menciptakan perdamaian, kita sudah berdamai,” bilang Elvis Tabuni.
Penjabat Bupati Puncak James Willem Maniagasi mengakui, jika dirinya benar-benar ingin bekerja dalam rangka membangun proses pembangunan di Puncak. Ini bisa terbukti dirinya minta kepada kepala Kejaksaan Tinggi Papua agar kedua tokoh Kabupaten Puncak ini, segera diberikan kesempatan untuk menghadiri proses perdamaian di Puncak, dan kini kedua tokoh yang selama ini bertikai, malah sudah berdamai.
“Kedua tokoh sudah sepakat harus berdamai, sehingga saya berharap proses ini harus didukung oleh semua pihak, baik pemerintah pusat, Provinsi dan Kabupaten,” ujar Maniagasi.
Bahkan dalam proses pembentukan panitia ini, menurut Maniagasi ada perwakilan dari kedua belah pihak, bahkan ada seksi khusus yang akan mengurusi tentang persoalan ganti rugi secara adat antara kedua belah pihak.
“Oleh sebab ini perhatian pemerintah  sangat penting terutama dalam anggaran. Kita tidak bisa membangun kalau kondisi tidak aman, kini Kabupaten Puncak sudah memasuki era baru, perdamaian sudah ada, kita harus dukung,” ujar lelaki asal Waropen itu optimis.(JUBI/Roberth Wanggai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *