Papua Tidak Kehabisan Stok Pemain Sepanjang Tahun

Jayapura, (30/4) – Berbicara tentang cabang olahraga sepakbola, Tanah Papua tidak pernah sepi dalam memunculkan talenta-talenta muda berbakat di bidang sepakbola. Setiap tahun ada saja ‘mutiara hitam’ dari cabang sepakbola yang tampil kemilau di lapangan hijau.

“Kita tahu setelah era Timo Kapisa, Yohanes Auri dan kawan-kawan di tahun 70an, muncul Rully Nere, Adolf Kabo dan kawan-kawan, sampai era Boas Sollosa dan Titus Bonay, Patrick Wanggai, Lukas Mandowen dan lain-lain. Mereka terus bermunculan karena bakat alam sepakbola yang ada di tanah ini dan tidak pernah habis,” bilang Ely Renmaur, assisten I Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Papua, mewakili Pj Gubernur Papua ketika membuka kompetisi Divisi III U-21 PSSI yang diikuti oleh 6 tim di lapangan sepakbola Universitas Ottow dan Geisler Kotaraja Dalam Jayapura-Papua, Senin, (30/4).
Ditambahkan Renmaur, kendati dengan fasilitas yang terbatas dan kompetisi yang sangat minim, namun bakat-bakat muda di Papua terus bermunculan sehingga  tidak salah kalau sebutan Papua sebagai gudangnya atlit sepakbola tanah air sangat tepat.
“Kompetisi sepakbola Divisi III PSSI yang digelar oleh Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) merupakan wahana penelusuran bakat pemain sepakbola yang ada di Tanah Papua yang dapat disumbangkan kepada klub-klub sepakbola professional yang ada maupun untuk kepentingan Tim Nasional Indonesia,” ujar Renmaur.
Karenanya melalui kompetisi seperti itu, Renmaur mengatakan dapat menemukan pemain sepakbola berbakat yang tersebar dan tersembunyi di berbagai pelosok tanah air.
Sementara itu dari laporan ketua panitia, Daniel Dansu, SH bahwa dasar pelaksanaan kompetisi tersebut adalah Surat Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) PSSI Nomor:71/KPT-U/II/2012 tanggal 6 Februari 2012 tentang penyelenggaraan Kompetisi Liga Amatir di Indonesia.
Kompetisi itu, diikuti 6 tim yakni Persiyali Yalimo, dari Kabupaten Yalimo, Persilany Lany Jaya dari Kabupaten Lanny Jaya, Persiker Kerom dari Kabupaaten Kerom, PS Merauke Putra dari Merauke dan dua pendatang baru di lingkungan PSSI yakni Port Numbay Putra FC dari Kota Jayapura dan Mamberamo United dari Kabupaten Mamberamo Tengah. (JUBI/Roberth Wanggai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *