Simon Alom Mendukung Perdamaian Di Puncak

Jayapura (30/4) –– Proses perdamaian yang didambakan masyarakat Ilaga , Kabupaten Puncak, Papua, mendapat dukungan dari Simon Alom, yang sebelumnya bertikai dengan Elvis Tabuni bersama pendukungnya.

“Saya adalah satu pemicu masalah, namun saya juga mendambakan perdamaian, akan tetapi jika ada yang katakan (ia) menolak pelantikan penjabat Bupati Puncak, Willem Maniagasi adalah tidak benar,” ujar Mantan Calon Bupati Puncak, Simon Alom, kepada pers di Abepura, Senin (30/4).

Dirinya mengakui jika masalahnya dengan Elvis Tabuni telah selesai dengan damai.
“Saat ini sudah ada orang Papua yang dipercayakan menjadi penjabat Bupati Puncak, sehingga mari kita mendukung dan memberikan kepercayaan untuk menyelesaikan proses perdamaian di Ilaga sesuai dambaan masyarakat,” katanya.
Dirinya mengajak kepada  semua pihak untuk tidak memprovokasi keadaan yang sudah aman dan damai saat ini.
“Penjabat Bupati Puncak pasti akan naik untuk menyelesaikan perdamaian antara kedua belah pihak, sehingga masyarakat harus bersabar dan tidak terpengaruh dengan isu-isu yang tidak benar. Disisi lain masih menunggu sidang anggaran kabupaten Puncak,” paparnya.
 
Sebelumnya dari informasi yang diterima Tabloidjubi.com, untuk proses perdamaian telah dibentuk  panitia perdamaian kabupaten Puncak yang diprakarsai oleh penjabat caretaker bupati Puncak, Drs. James Willem Maniagasi, MM. Yang menjadi ketua panitia adalah Ir. Esron Paseren yang juga menjabat Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Puncak.
“Selama ini masyarakat mendambakan perdamaian, sehingga saya telah bersepakat dengan Elvis Tabuni mengakhiri konflik yang berkepanjangan. Kami juga ingin kabupaten Puncak maju dan berkembang sebagaimana diinginkan semua masyarakat,” tutur Simon Alom.

Pihaknya juga mengutuk jika ada pihak-pihak yang mengatakan masyarakat tidak mendukung perdamaian, sebab masyarakat di Ilaga mendambakan perdamaian.
“jika ada pihak-pihak yang mengatakan adanya pemalangan dan akan demo menghambat pembangunan di Ilaga adalah tidak benar dan hal ini adakah isu dari provokator,” tegasnya.
 
Sementara itu, Willem Maniagasi berharap proses perdamaiaan berjalan lancar  dan kabupaten ini kembali kondusif dan tentram. Pada prinsnsipnya ia akan menyiapkan payung hukum bagi panitia untuk menjalankan proses perdamaian.
Situasi terakhir dikabarkan masyarakat telah beraktivitas normal, termasuk aktivitas berkebun di tiap-tiap distrik. Namun penyelenggaraan pemerintahan belum berjalan, mengingat banyak pejabat dan aparat pemerintah belum berada di Kabupaten Puncak.

Senada dengan hal itu, Tokoh Pemuda Puncak, Yominus Tinal menolak dengan tegas setiap isu-isu yang mengatakan Kabupaten Puncak tidak aman dan masih ada kekacauan sebab masyarakat di sana sudah kembali beraktivitas dan berkebun.
“Saat ini masyarakat menunggu kehadiran penjabat bupati yang baru dilantik, supaya naik ke Ilaga, ibukota Puncak dan melakukan proses perdamaian yang didambakan setelah selama 8 bulan terjadi perang suku,” katanya. (Jubi/Eveerth Joumilena)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *