Peringati Aneksasi Indonesia di Papua, 13 Orang Ditahan

Jayapura (01/05)Ribuan massa di Papua kembali turun ke jalan untuk memperingati hari penyerahan Bangsa dan Tanah Papua oleh UNTEA pada tanggal 1 Mei 1963 kepada Indonesia setelah dua tahun sebelumnya, perjanjian New York membuat AS tak perlu lagi mengkhawatirkan kawasan Pasifik akan dikuasai oleh blok komunis. AS pun bergembira karena sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Cadangan emas terbesar di dunia pun telah mereka kuasai melalui proses penuh rekayasa ini. 13 Orang ditahan dalam aksi demo damai ini.

Di Manokwari, sekitar 100 – 300 massa bergerak dari kantor Dewan Adat (DAP) keliling kota Manokwari menuju kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Papua Barat. Pengunjuk rasa membawa puluhan bendera bintang kejora (BK). BK yang di bawa massa demo berukuran 10 x 5 sampai dengan ukuran 3 x 2 meter diarak masa. Namun, kepolisian Manokwari menyita puluhan bendera itu. Aparat keamanan menjaga ketat demonstrasi itu.
“Ring keamanan terbuka. Tampil polisi dan brimob. Penjagaan ketat dengan di backup intel dan berbagai kesatuan lainnya,” kata Simon Banundi, seorang pengacara di Manokwari kepada tabloidjubi.com (01/5). Pendemo menuntut Indonesia mengembalikan hak kedaulatan rakyat Papua yang sudah di caplok.

Demonstrasi yang sama juga berlangsung di Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. Sekretaris Jenderal West Papua National Autority (WPNA) wilayah Saireri, Hendrik W mengaku, saat seluruh warga di Kabupaten Kepulauan Yapen turun jalan. Jumlah massa sebanyak 10 – 12 ribu orang. Ribuan warga ini menuntut Indonesia segera mengembalikan hak rakyat Papua yang sudah di caplok sejak 1 Mei 1961.

“Masyarakat minta Indonesia kembalikan haknya yang sudah dirampas pada 1961. Indonesia harus bertanggung jawab mengembalikan hak itu,” ujar Hendrik saat di konfirmasi tabloidjubi.com via ponnsel, Selasa. Massa demo turun tanpa spanduk dan bendera. Hendrik mengatakan, awalnya pengunjuk rasa membawa bendera bintang kejora dan sejumlah spanduk. Namun, kepolisian setempat menghadang massa ditengah jalan lalu menyita bendera dan spanduk.

Sedangkan di Jayapura, massa sempat mengibarkan bendera Bintang Kejora di makam Theys Eluay. Sebelum akhirnya polisi bertindak membubarkan masa sekaligus menurunkan Bintang Kejora dengan mengerahkan pasukan serta kendaraan Baracuda. Sebanyak 13 orang kemudian diamankan beserta barang bukti untuk dimintai keterangan di Polres Jayapura. Selain di Sentani, aksi massa demo damai ini juga berlangsung di Taman Imbi, Jayapura.

Kabidhumas Polda Papua, AKBP Yohanes Nugroho Wicaksono ketika dikonfirmasi wartawan di sekitar Taman Imbi Kota Jayapura membenarkan hal itu. “Ya, ada 13 warga yang saat ini diamankan karena mengibarkan bendera yang menyerupai Bintang Kejora, tapi status mereka masih saksi,” kata dia.

Menurut Yohanes, aksi pengibaran Bintang Kejora terjadi di sejumlah kabupaten di Papua, antara lain Manokwari, Biak, Sorong, Jayapura. dan Kota Jayapura.

Dari pantauan tabloidjubi.com, massa aksi di Taman Imbi membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 18.00 WIT. (Jubi/Victor M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *