Jerman Harus Segera Memutuskan Hubungan diplomatik dengan Indonesia

Jayapura (30/5)—Komite Nasional Papua Barat (KNPB) mendesak pemerintah Jerman memutuskan hubungan diplomatik dengan pemerinah Indonesia. Desakan itu berhubungan dengan penembakan terhadap warga Jerman di Papua pada hari Selasa (29/5) di pantai Base G Jayapura.  

 

Pernyataan itu disampaikan oleh juru bicara Internasional KNPB, Victor Yeimo kepada wartawan di café Prima Garden Jayapura, Abepura, Kota Jayapura, Papua. “Mendesak pemerintah Jerman untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Indonesia dan kedubes jerman di Jakarta angkat kaki sebelum pelaku penembakan diungkap oleh Tim Independen dari dunia Internasional,” kata Yeimo.

Desakan itu disampaikan KNPB sehubungan dengan penembakan terhadap Pieter Dietmar Helmut (55 tahun), warga Jerman di pantai Base G, Kota Jayapura, Papua, kemarin.    

Menurut Victor, penembakan terhadap warga Jerman ini sangat tidak masuk akal bila dilakukan orang Papua. Orang Papua tidak pernah membenci orang Jerman sejak 157 tahun silam.

“Orang Papua tidak pernah menolak atau pun memusuhi orang Jerman sejak Ottow dan Geisler menginjakkan kaki di atas tanah Papua pada tahun 1855, ” kata Yeimo membantah pemberitaan media lokal bahwa ciri-ciri pelaku berambut gimbal dan keriting.

Menurut Yeimo, pernyataan itu hanyalah untuk mengkambinghitamkan orang Papua. “Ada konspirasi yang sedang terjadi. Siapa dibalik konspirasi ini?” tanya Yeimo.

Konspirasi murni dilakukan negara, menurut Yeimo. Untuk memperbaiki citra pemerintah Indonesia di mata dunia. Citra yang terpuruk akibat teguran negara Jerman terhadap Indonesia dalam sidang PBB pada 23 Mei lalu atas kondisi pelangaran HAM yang semakin meningkat.

“Kami tegas mengatakan bahwa penembakan ini murni berasal dari negara untuk kepentingan pengamanan citranya di mata Internasional. Karena bagi Indonesia “menggunakan” orang Papua Barat sebagai aktor kekerasan merupakan cara untuk memperbaiki dan mengelak dari kekerasan yang dilakukan negara di Papua Barat”. (Jubi/Mawel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *