Penembakan Warga Jerman Ada Kaitan Dengan Sidang HAM-PBB

Jayapura (30/5)Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Papua Barat menilai, penembakan terhadap Pieter Dietmar Helmut (55 tahun) pada Selasa (29/5) warga negara asing (WNA) asal Jerman di Pantai Base’G Jayapura, Papua ada kaitannya dengan sidang Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa HAM- PBB yang berlangsung di Genewa, Swiss, Rabu (23/5) lalu.

 

Hal ini disampaikan direktur LP3BH Manokwari, Papua Barat, Yan Cristian Warinussy saat menghubungi tabloidjubi.com via telpon, Rabu (30/5) siang. Menurutnya, kasus penembakan terhadap Pieter Dietmar Helmut (55 tahun) WNA asal Jerman di Base’G Jayapura, ada kaitannya dengan sidang HAM-PBB di Genewa, Swiss.  “Menurut saya, penembakan terhadap warga Jerman di Pantai Base’G Jayapura, ada kaintannya dengan sidang HAM PBB di Genewa, Swiss,” ujarnya.

Karena, lanjut Warinussy, dalam sidang itu, di Rabu, 23 Mei 2012 lalu, Jerman merupakan salah satu negara yang banyak mengkritisi soal kasus-kasus pelanggaran HAM di Papua. Jerman jugalah yang meminta kepada Indonesia untuk membebaskan Filep Karma dari tahanan politik tanpa syarat. “Saya katakan penembakan WNA Jerman ini ada kaitannya dengan sidang di Swiss, karena sidang baru berlangsung satu minggu yang lalu. Kritikan yang diberikan juga baru satu minggu lalu, kemudian insiden itu terjadi,” ujarnya lagi.

Sebelumnya dikabarkan, pada Rabu (23/5) dalam sidang HAM-PBB dengan agenda Universal Periodic Review (UPR) yang berlangsung di Genewa, Swiss, pemerintah Jerman dengan tegas meminta kepada pemerintah Indonesia untuk membaskan Filep Karma dari tahanan politik tanpa syarat. Jerman juga meminta pemerintah Indonesia tidak menyalahgunakan KUHP 106 dan 110.

Warinussy menandaskan, selain itu, penembakan itu diduga kuat dilakukan oleh orang yang terdidik dan terlatih. Dengan demikian, diharapkan kepada kepolisian agar mengusut tuntas penembakan tersebut. “Kami berharap, aparat keamanan mengusut tuntas kasus ini. Pelakunya harus ditangkap dan diadili,” tegasnya.

Dia menambahkan, rentetan penembakan yang belakangan ini marak terjadi di wilayah paling timur Indonesia ini, perlu di waspadai. Khususnya, bagi masyarakat Papua perlu mewaspadai tindakan penembakan liar tersebut. “Orang Papua perlu waspada dengan penembakan-penembakan yang akhir-akhir ini banyak terjadi dimana-mana,” pntanya. (Jubi/Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *