Kemenag Provinsi Papua Rangkul Wartawan

Jayapura (31/5)Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Papua di Jayapura, merangkul sejumlah wartawan dan pimpinan media di Jayapura, Papua, baik cetak maupun elektronik. Kemenag berharap, media dapat bekerja sama dalam menjalan tugas dan fungsinya sehari-hari.

 

Hal ini terkuak dalam alam acara silahturahmi dengan media massa dan kerukunan umat sekaligus jumpa pers dengan wartawan dan pimpinan media massa baik cetak maupun elektronik di Jayapura yang berlangsung Rempa-Rempa Café di Abepura, Jayapura, Kamis (31/5) siang. Luksen Jems Mayor, Humas (Hubungan Masyarakaty) dari Kementrian Agama mengatakan,  selalu bekerja sama dengan media selama ini tetapi belum ada waktu yang baik dan media yang baik untuk duduk bersama untuk silahturahmi atau berbicang bersama-sama tentang perkembangan keagamaan. Sehingga melalui Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Papua (Kakanwil) Provinsi mencoba untuk membuat kegiatan seperti itu.

Kegiatan silahturami itu berkenan dengan berbagai apresiasi. Pertemuan itu dapat bermakna bagi kementrian agama tapi juga secara keseluruhan. Dalam kegiatan itu, Kakanwil Kemenag Provinsi Papua memperkenalkan kerja-kerja yang selama ini dikerjakan oleh kementrian agama Provinsi Papua. Kakanwil Kemenag Provinsi Papua, Tindige Agus Lope menjelaskan, di kementrian agama ada yang mengurus islam, mengurus kristen dan mengurus khatolik. Pengurusan masing-masing agama itu ada unit khusus tersendiri yang mengurusinya.

Kakanwil dibantu oleh unit-unit teknis. Diantaranya, agama islam. Di agama islam, ada tiga bidang unit yang mengurus islam yakni bidang urusan agama islam dan penyelenggaraan haji, bidang urusan pendidikan agama islam dan pemberdayaan mesjid, kemudian ketiga, komisi sakat dan wakat. “Jadi, islam di kementrian agama, diurus oleh tiga bidang,” ujarnya.

Ia mengaku, dalam menjalankan tugas, pihaknya bertanggung jawab langsung kepada mentri agama di Jakarta. “Kami langsung bertanggung jawab langsung kepada Mentri. Kami tidak bertanggung jawab kepada Gubernur Papua,” ujarnya. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan Gubernur Papua karena umat yang dilayani oleh mereka juga dilayani oleh Pemerintah Papua dalam hal ini Gubernur.

Dia menambahkan, dalam bekerja, pihaknya tak mendapat dukungan dana dari pemerintah daerah. Anggaran yang diperoleh untuk memperlancar pekerjaan mereka dari Mentri Agama di Jakarta. “Kami tidak dapat dana Otsus. Anggaran yang kami pakai dari Pusat, Jakata,” tuturnya.

Dari pantauan tabloidjubi.com, kegiatan itu dihadiri oleh pejabat esalon III dan IV serta para kepala bidang  dilingkungan Kementrian Agama Provinsi Papua. Turut hadir pimpinan media dan wartawan baik cetak maupun elektronik yang ada di Jayapura, Papua. (Jubi/Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *