Papua Jadi Pelatnas Tinju Putri Sea Games

Jayapura (31/5)—Provinsi Papua ditunjuk jadi Pelatnas Tinju Putri Sea Games 2013 di Myanmar Laos. Kabar menggembirakan itu datang secara lisan dari PB Pertina. Bahkan tanda-tanda menggembirakan itu, kini menjadi nyata sebagaimana diberitakan media di Jakarta pada Rabu (30/5) lalu.


Ketika dikonfirmasi, Kamis, (31/5) pagi di Kantor KONI Papua, APO Jayapura, Ketua Bidang Teknik dan Kepelatihan Pengprov Pertina Papua, Carol Renwarin membenarkannya. Dikatakan pria berambut putih itu, perjuangan untuk Papua sebagai Pelatnas Tinju Putri Sea Games, karena kualitas pelatih yang menangani tinju putri pada Sea Games Palembang-Indonesia baru lalu, di bawah standar. Itu sebabnya, kata jebolan SMOA Jayapura Papua itu, dirinya ketika itu bersikeras pada saat Musornas Pertina bulan April di Jakarta.

 

“Saat itu kami perwakilan Papua berbicara keras mengenai Pelatnas Sea Games yang selalu dialihkan ke Jakarta yang tidak menunjukkan perkembangan yang baik. Padahal kualitas pelatih dari Papua jauh di atas mereka. Khusus pada saat Sea Games untuk tinju wanita, dimana rata-rata semua hanya peroleh perunggu,” kata Carol Renwarin.

 

Pada saat Musornas itu, menurut Carol, kalau perlu petinju putri Papua yang dipanggil ke Pelatnas dirinya tidak akan rekomendasi tinju putrid Papua ke Jakarta. “Saya mengimbau supaya Pelatnas Sea Games akan datang khusus putri dialihkan ke Papua. Dan saya siap untuk menangani dan dibantu pelatih lain. Itu resmi saya bicara. Dan sekarang sudah jawab,” kata Carol yang pernah menimbah ilmu di Negara Kuba Amerika latin.

 

Kendati demikian ketika ditanya soal sudah ada penunjukkan tertulis, Carol menegaskan pemberitahuan tertulis akan difaks ke Papua. Masih menurut Carol, menyangkut pembiayaan Pelatnas semuanya dari PB Pertina. Menurut dia potensi petinju putri Indonesia besar di arena Sea Games, akan tetapi salah dilatih oleh pelatih yang minim pengalaman. (Jubi/Roberth Wanggai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *