RSUD Abepura Berbenah Diri Kurangi Angka Kematian

Jayapura, (31/5)—Proses pembenahan dan perbaikan mulai dari manajemen, sumber daya manusia hingga peningkatan fasilitas serta sarana dan prasarana RSUD Abepura adalah untuk memutuskan mata rantai kematian bagi masyarakat Papua.
 

“Selama tiga tahun terakhir, ternyata semua upaya ini memberikan dampak positif yang nyata, dimana rumah sakit yang dulu kurang diminati, kini dicintai. Angka kunjungan pasien dari tahun 2009 hingga 2011 naik hingga 300 persen banyaknya,” ujar Drg. Aloysius Giyai, M.Kes, saat di konfirmasi wartawan di Abepura, Kamis (31/5).
 
Dijelaskan, bahwa Angka Kematian per 1000 pasien dari 5, 7 di tahun 2008 menurun menjadi 1,6 di tahun 2011, demikian pula kondisi rumah sakit yang dulu kumuh dan kotor serta gersang, sekarang menjadi bersih, hijau serta memiliki penerangan yang memadai.
 
“Kondisi perawatan pasien di bangsal yang dulu diisi 9-12 pasien, kini menjadi lebih higenis dengan 3-4 pasien. Dan dari kondisi lingkungan yang dulu menakutkan, kini berubah aman dan nyaman untuk pelayanan,” paparnya.
 
Catatan Rekam Medis RSUD Abepura pada tahun 2008 memperlihatkan bahwa angka kunjungan pasien ke RSUD Abepura sangat minim yakni hanya 52.928 jiwa, sedangkan jumlah angka kematian mencapai 305 orang dalam setahun serta angka kematian bayi sebanyak 66 orang.
 
Sementara itu, beberapa fasilitas gedung baru yang dibangun sejak tahun 2009 mulai berfungsi, antara lain, gedung administrasi dan penunjang dua lantai, loket dan sentral opname dua lantai, gedung perawatan kelas/VIP dan gedung instalasi farmasi dua lantai. Tahun 2010 dilakukan pembangunan gedung bedah sentral serta gedung matrenal dan neonatal dua lantai dan pembangunan Taman Senyum dan Taman Segar,  
 
Pada tahun 2011 telah dilakukan pembangunan pengolahan IPAL, gedung IPSRS, gedung Kelas I/VIP, gedung instalasi gizi dan gedung Instalasi Rawat Darurat (IRD). Di tahun 2012 ini, akan dibangunan gedung perawatan kelas III pria dan wanita dua lantai dan pembangunan pagar keliling untuk mewujudkan pelayanan satu pintu dalam kunjungan pelayanan. Beberapa fasilitas diatas  termasuk IRD adalah fasilitas yang telah diresmiskan Penjabat Gubernur Papua, Syamsul Rivai, pada Rabu (30/5) kemarin.
 
“Komitmen sudah kami tanamkan, visi dan misi sudah kami rumuskan dan pelayanan berkualitas tengah kami bangun di RSUD Abepura. Oleh karena itu, siapapun yang bekerja dirumah sakit ini diharapkan tetap terpatri dan wajib melanjutkan gelora yang sama yakni gelora untuk memutus mata rantai kematian di Tanah Papua, terutama angka kematian orang asli Papua yang sangat tinggi,” demikian harapan yang disampaikan Drg. Aloysius Giyai, M.Kes.
 
Lebih lanjut, ditegaskan bahwa pihaknya tidak berpuas diri terhadap apa yang dicapai, karena masih banyak pekerjaan yang belum selesai. Termasuk pembangunan gedung yang belum rampung dan sejumlah agenda dan rencana besar yang menanti didepan.
 
“Diantaranya target untuk menaikkan status RSUD Abepura dari Type C ke Type B dan target mengejar badan hukum  rumah sakit menjadi Badan Layanan Umum (BLU) demi pengelolaan keuangan dan manajemen yang lebih fleksibel berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas, independensi dan kesetaraan,” tandasnya. (Jubi/Eveerth Joumilena)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *