Stop Kayu Illegal, Gunakan Kayu Legal!

Jayapura (31/5)Stop Kayu Illegal, gunakan kayu legal! Demikian judul yang tertera dalam spanduk kegiatan berbagi dan sosialisasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) yang digelar oleh National Geographic Indonesia, Jakarta bekerja dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua yang berlangsung, Kamis (31/5). Melalui SVLK itu, mahasiswa dapat mengidentifikasi asal-muasal kayu illegal


Promotion Executive dari National Geopraphic Indonesia Jakarta, Vitra Widinanda mengatakan, SVLK adalah sistem yang mana bisa mengindentifikasi asal muasal kayu. “Misalkan, sistem illegal loging, kan semua kayu itu illegal. Jadi, ketika ada sistem ini kita tau kayunya berasal dari mana dan itu sah untuk digunakan dan diperjual belikan,” ujar Vitra saat diwawancarai tabloidjubi.com usai kegiatan berbagi dan sosialisasi SVLK yang berlangsung di Auditorium Uncen Jayapura di Padang Bulan, Abepura, Kamis (31/5).

Tetapi, lanjut dia, tentunnya itu dengan kuantitas tertentu yang sudah disesuaikan dengan ketersediaan dari kayu tersebut. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah ingin mahasiswa dapat mendokumentasi dan mempublikasikan program ini, yaitu mengenai legalitas ferikasi kayu yang mana. “Sekarang ini dengan maraknya kayu illegal loging, dengan adanya sistem ini, kita bisa melacak kayu-kayu tersebut sebenarnya berasal dari mana,” tuturnya.  

Diharapkan, mahasiswa dapat memberikan informasi terkait penggunaan kayu-kayu illegal yang dapat diketahui dari mana asal-usulnya. “Dengan adanya informasi ini kita bisa mengetahui kayu-kayu illegal itu dari mana asal-usulnya,” ujarnya.

Vitra menuturkan, kedepan, pihaknya akan menggalakan sosialisasi ini, khususnya, untuk Aceh dan Papua yang mana memang cukup tinggi illegal logingnya. Tapi juga diharapkan, mahasiswa dapat berperan aktif  dalam jaringan pemantauan independen yang berperan aktif dalam tiap-tiap daerah yang sudah tersedia.  “Jadi mahasiswa bisa langsung melihat kondisi hutannya di daerahnya masing-masing dengan melihat ijin kayu dan melaporkannya ke dinas-dinas terkait yang bisa menindak lanjuti mengenai illegal loging ini,” ungkapnya.

Dia menambahkahkan, kegiatan berbagi dan sosialisasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu sudah sudah dilaksanakan di empat perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Pertama di Universitas Hasanudin (Unhas) Makasar, kedua di Universitas Syahwahla (Unsyah) Banda Aceh,  ketiga di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, keempat di Institut Pertanian Bogor (IPB). Terakhir di Universitas Cenderawasih  (Uncen) Jayapura, Papua.

Ketua Panitia pelaksana kegiatan berbagi dan sosialisasi SVLK, Andre Wambrauw mengatakan, kegiatan itu merupakan salah satu program dari BEM (Badan Eksektif Mahasiswa) Uncen Jayapura. Nama program tersebut adalah program insedential. Bagi dia, illegal loging di Papua adalah masalah yang paling krusial dan marak di kawasan paling timur ini. Melalui kegiatan ini mahasiswa dapat melegalisasi kayu. “Ada dua tempat yang menjadi pilihan alternatif sekaligus menjadi tempat sosialisasi mengenai masalah illegal loging. Dua tempat itu adalah Aceh dan Papua,” tuturnya.

Ketua komis A Majelis Permuswaratan Mahasiswa (MPM) Uncen ini menandaskan, menyangkut kegunaan dari kegiatan itu, sangat positf.  Kata dia, Papua boleh dikatakan paling krusial sekali dalam kasus illegal loging. “Kegiatan ini sangat bergunan sekali. Karena, dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa dapat mengetahui kegunaan dari SVLK,” ungkapnya.

Mahasiswa juga diharapkan dapat berperan dalam memferikasi sistem legalitas kayu. Hal berikut adalah mahasiswa juga ikut berperan aktif dalam memerangi kasus illegal loging yang masih merajalela di Papua. “Tadi ditawarkan pembentukan Independen Forens Monitoring (IFM). Jadi, kedepan, nanti kami coba berusaha untuk membentuk program yang ditawarkan oleh National Geographic,” ujarnya.

Andre menjelaskan, kedepan, Independen Forens Monitoring yang dibentuk, akan bekerja sama dengan pemerinta, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang selama ini fokus terhadap lingkungan.  Selain itu, mahasiswa juga akan melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap kayu illegal loging. “Memang selama ini, sudah ada aksi-aksi dari mahasiswa dilapangan dalam bentuk demo. Tetapi, kali ini aksi tersebut akan dilakukan secara akademik,” ujarnya.

Kegiatan berbagi dan sosialisasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu itu diikuti oleh sejumlah mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di Uncen. Sosialisasi itu berlangsung sehari di Auditorium Uncen, di Padang Bulan, Abepura, Jayapura. (Jubi/Musa Abubar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *