Yunus Wonda: “Penembakan WNA Kecerobohan Intelejen”

Jayapura (31/05) — Penembakan terhadap seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Jerman, Pieter Dietman Helmut di Pantai Base G Jayapura, Selasa (29/05) lalu sekitar pukul 11.30 WIT dinilai Wakil Ketua I DPRP, Yunus Wonda adalah salah satu bukti intelejen tidak bekerja maksimal.  

 

“Kenapa peristiwa penembakan bisa terjadi di tengah kota dan yang menjadi sasarannya adalah warga asing? Ini bukti intelijen tidak bekerja maksimal. Ini kecerobohan. Intelijen harusnya bertanggung jawab, dan kedepannya harus mampu mencegah agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” kata Yunus Wonda kepada tabloidjubi.com, Kamis (31/05).

Menurutnya, sangat mengherankan penembakan terjadi di dalam kota. Jika di kota yang merupakan barometer keamanan bisa terjadi penembakan, apalagi di daerah pedalaman. Untuk itu pihaknya mendesak Polisi bisa segera mengungkap motif dibalik aksi itu serta menangkap pelakunya.

“Ini tanggung jawab Polisi. Mereka harus bekerja agar bisa menangkap pelaku dan mencegah agar hal serupa tidak terjadi lagi. Kami DPRP hanya bisa memberi dukungan. Kami prihatin dan mengutuk aksi penembakan tersebut. Apalagi yang menjadi sasaran adalah WNA,” tegas Yunus Wonda.

Sebelumnya Sekertaris Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Yulius Miagoni mengungkapkan, kejadian itu sepenuhnya tanggung jawab negara.  Negara harus melindungi setiap WNA yang masuk ke Indonesia termasuk Papua.

“Jadi pemerintah jangan cuci tangan dengan masalah ini. Siapapun pelakunya baik yang rambut lurus atau rambut keriting harus diungkap. Kami sebenarnya sudah bosan bicara karena tidak pernah ada kasus yang terungkap. Kalaupun yang melakukan adalah OPM, tapi itu tanggung jawab negara,” tandas Yulius Miagoni. (Jubi/Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *