KPA Provinsi Temukan 21 Orang Terinfeksi HIV

Jayapura (29/6) — Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Papua, pada Juni 2012 telah menemukan 21 orang yang diketahui terinfeksi Human immunodeficiency virus (HVI). Data tersebut di dapat di Rumah Sakit Dian Harapan Waena, Distrik Heram-Jayapura.

Koordinator Tim Kampanye HIV, Gus Sutakertya dalam sambutannya saat peluncuran kampanye HIV di Papua-Jayapura, Jumat (29/6), mengatakan, dengan adanya temuan itu, perlu disikapi dan menjadi perhatian setiap pemangku kepentingan yang ada di Papua.

Untuk itu lanjutnya, untuk memberi pemahaman sekaligus mencegah penyebaran HIV/AIDS, 2012 ini KPA Provinsi menggulirkan kampanye HIV di Papua, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran akan kerentananan masyarakat terhadap penularan HIV, pengetahuan tentang HIV, sarana-sarana pencegahannya, dan mengurangi perilaku diskriminatif terhadap orang dengan HIV, serta untuk lebih mendorong perubahan perilaku yang diharapkan.

“Kampanye tahun ini akan lebih fokus pada upaya pencegahan dan pengobatan. Kampanye ini akan lebih mendorong penggunaan kondom pada setiap kegiatan seks berisiko, ajakan periksa IMS dan HIV, serta pengobatan ARV bagi orang terinfeksi HIV. Pengobatan ARV juga sebagai upaya pencegahan penularan HIV,” katanya.
 
Dia menegaskan, HIV/AIDS adalah masalah dan tanggung jawab semua orang yang ada di Papua. “Kita adalah orang-orang hebat (pangaruh) apabila mau mengambil peran aktif dan tanggung jawab dalam penanggulangan AIDS di Tanah Papua, sesuai dengan fungsi dan peran kita di masyarakat,” tambahnya.
 
Dijelaskannya, tema kampanye tahun ini akan dijabarkan dalam enam pesan, yakni ajakan penggunaan kondom pada setiap kegiatan seks berisiko, pengurangan stigma dan diskriminasi terhadap orang terinfeksi HIV, penundaan seks dini (bagi remaja yang belum seksual aktif) dan pengurangan pasangan seks (bagi orang dewasa), ajakan untuk periksa HIV, pengobatan ARV bagi orang terinfeksi HIV sebagai bagian dari upaya pencegahan, dan ajakan untuk periksa IMS.

“Pesan ini sekaligus adalah hasil yang ingin dicapai selama kampanye,” katanya.
 
Menurut dia, kelompok sasaran utama kampanye adalah laki-laki usia 15-49 tahun. Karena menurut beberapa survey terkait perilaku menyebutkan laki-laki memiliki perilaku berisiko karena ada kecenderungan memiliki perilaku berganti-ganti pasangan seks serta enggan menggunakan kondom dan melakukan tes HIV.
 
“Secara global perilaku laki-laki menentukan atas berkembangnya epidemi HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS). Selain itu laki-laki sangat berpengaruh dalam membuat keputusan penggunaan kondom. Melalui dukungan Kemitraan Australia Indonesia, KPA Provinsi Papua sejak 2006 lalu menggelar kampanye penanggulangan HIV/AIDS. Sejak tahun 2010 kampanye publik dilakukan lebih komprehensif karena menggunakan tiga pendekatan sekaligus, yakni komunikasi untuk perubahan perilaku, advokasi, dan penggerakkan masyarakat,” katanya.
 
Menanggapi itu, kata Gus, untuk mendukung kampanye tahun ini, KPA Provinsi Papua memproduksi sebanyak tujuh iklan layanan masyarakat (ILM) dan berbagai media pendukung seperti leaflet, booklet, flyer, billboard, poster, spanduk, pin, dan sticker. Media-media tersebut dikembangkan untuk mendukung penjangkauan informasi kepada kelompok sasaran program di lapangan dan advokasi kepada para pemangku kepentingan.
 
Selain itu, beberapa kegiatan yang melibatkan berbagai komponen masyarakat seperti kalangan agama, adat, dunia usaha, seniman juga sudah dirancang, sebagai salah satu upaya untuk menggerakkan masyarakat untuk terlibat aktif dan mengambli tanggung-jawab dalam penanggulangan AIDS di Papua.  
 
“Harapannya adalah kampanye ini memiliki gema yang luar biasa di masyarakat dan mampu mendorong masyarakat untuk melakukan perubahan perilaku,” katanya.(Jubi/Alex)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *