Nomor Lari Rintangan Latihan Tanpa Fasilitas

Jayapura (29/6)—Atlit 3000 Steeple Case dan 5000 meter PON Papua, Andrias Noben berlatih apa adanya, kendati tidak difasilitasi dengan peralatan yang memadai. “Kita tidak ada fasilitas,” kata pelatih lari 3000 Steeple Case dan 5000 meter, Matias Rumkorem saat dijumpai di Stadion Mandala Jayapura, Jumat (29/6).

 

Bagi Rumkorem, lari 3000 Steeple Case atau yang sering disebut lari rintangan, idealnya harus ada rintangan balok dan tumpahan air yang pernah dimiliki oleh Papua saat Stadion Mandala sebelum dipugar. Namun demikian, dia pasrah akan kondisi sekarang.

 

“Ini memang target 3000 flat. Waktu dan daya tahan tubuh atlit bagus. Atlit bisa capai prestasi maksimal,”optimis Rumkorem yang mengaku ada dua atlit Papua di nomor tersebut, masing-masing Andrias Noben dan Ganjar yang latihan di Sentani Kabupaten Jayapura.

 

Nomor 3000 Steeple Case dan 5000 meter kata Rumkorem, yang  dibutuhkan dari atlit adalah tumpuan kaki depan atau lari dengan jinjit dengan berlari 9 kali putaran sambil menghadapi rintangan balok dan air. Itu sebabnya dalam latihan yang dilakukan sejak bulan Agustus tahun 2011 itu, seorang atlit di nomor itu, harus mengutamakan kekuatan dan daya tubuh yang prima, termasuk tumpuan kaki depan.

 

Di tempat yang sama, atlit Andrias Noben mengatakan hambatannya selama ini adalah fasilitas gawang dan perlengkapan. Namun demikian dia pasrah dengan tidak tersedianya fasilitas latihan. “Saya sesuaikan saja yang ada, “ujar prajurit satu yang bertugas di Denma Kodam XVII/Cenderawasih Papua itu. (Jubi/Roberth Wanggai)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *