Konflik Timika Harus Diselesaikan Secara Tuntas

Jayapura (30/6) — Meski sudah dilakukan perdamaian, namun bentrok antar warga masih kerap terjadi di Kabupaten Mimika membuat prihatin sejumlah pihak. Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Yunus Wonda menilai, penyelesaian konflik di Mimika harus dilakukan hingga tuntas.

“Selain lewat perdamaian adat, juga harus lewat proses hukum yang berlaku. Aktor yang menjadi pemicu konflik harus ditangkap dan diproses hukum agar ada efek jera. Karena korban tidak hanya dari masyarakat saja, namun pihak aparat juga sering jadi korban,” kata Yunus Wonda kepada tabloidjubi.com, Sabtu (30/6).

Ia mengatakan, jika perdamaian hanya dilakukan hanya secara adat tanpa adanya proses hukum, maka itu tidak menjamin. Begitu juga sebaliknya. Namun, yang terpenting harus dicari tahu akar persoalannya dan diselesaikan secara tuntas. Karena kedua kubu seolah menyimpan dendam sehingga hal sepele saja bisa menjadi pemicu bentrok.

“Jadi Pemda, Kepolisian, Tokoh Adat, Agama, warga dari kedua kubu harus duduk bersama dan menuntaskan akar masalah yang selama ini terjadi. Karena sepertinya kedua kubu saling dendam sehingga kadang hal kecil bisa jadi pemicu bentrok,” terangnya.

Yunus Wonda juga berharap agar kedepannya tidak terjadi konflik di Bumi Amungsa. Apalagi selama ini banyak orang tak bersalah yang jadi korban. “Jadi budaya seperti itu jangan dipertahankan. Kasihan mereka yang tidak tahu apa-apa, namun jadi korban. Cukup sudah apa yang terjadi selama ini,” tendas Yunus Wonda.

Sebelumnya beberapa waktu lalu bentrok antar warga kembali pecah di Kampung Harapan dan Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama. Selain dari pihak warga, korban juga berasal dari pihak aparat kepolisian. Bentrok diduga dipicu kecelakan lalulintas yang menewaskan seorang warga Kampung Harapan. (Jubi/Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *