Pembangunan Orang Papua Dimulai dari Pekabaran Injil

Jayapura, (30/6) – Pembangunan orang Papua harus diakui dimulai dari buah pekabaran injil yang dilakukan oleh orang muda dari negara Jerman, yakni Ottow dan Geisler. Selanjutnya dilanjutkan oleh hamba-hamba Tuhan yang lain sampai dengan jaman sekarang ini.

Fakta dari sebuah peradaban orang Papua itu, dikisahkan kembali oleh Drs. Menase Roberth (MR) Kambu, M.Si saat menyampaikan sambutannya pada pelantikan panitia Kongres I DPP FGM GKI yang berlangsung di Jemat GKI Imanuel Hamadi Jayapura-Papua. Itu sebabnya kata MR. Kambu, pekerjaan pekabaran injil (PI), belum selesai dan masih banyak suku terasing di belantara Tanah Papua yang masih dibutuhkan orang muda dari Papua untuk mewartakan injil kepada mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh Ottow dan Geisler dari sebuah negeri yang jauh, yakni negara Jerman.

Dia mengatakan Gereja Kristen Injili (GKI) Di Tanah Papua adalah anak sulung pekabaran injil di Tanah Papua, maka dari itu, FGM GKI yang ada sekarang adalah anak sulung dari GKI Di Tanah Papua. “GKI adalah anak sulung pekabaran injil di tanah Papua. FGM adalah anak sulung dari GKI di Tanah Papua,” ungkap Kambu disambut tepuk tangan yang meriah.  Itu sebabnya, Kambu mengajak pemuda yang tergabung dalam FGM GKI untuk kembali dan bekerja selagi masih muda. Dia mencontohkan di usianya yang ke 39 tahun ketika itu, dirinya sudah menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Merauke. Bahkan GKI di Merauke dirinyalah sebagai pendiri.

“GKI di Merauke pendirinya adalah saya,”ungkap Kambu, sambil berharap peran pemuda GKI yang berada di wadah FGM untuk membantu pembangunan di tanah ini.
“Salah satunya bagaimana kita siapkan PAM GKI. Saya ajak untu kita masing-masing pergi ke daerah-daerah terpencil menyatakan suara kenabian,”bilang Kambu. Sebelumnya, Pdt. Absalom Takaytouw dalam khotbanya mengajak pemuda FGM untuk meminta hikmat dari Tuhan sebagaimana yang terangkat dari nats firman Yakobus  1:5. (Jubi/Roberth Wanggai)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *