Kapal Tenggelam Diperairan Sorong, Bukan Faktor Cuaca Buruk

Sorong (31/7)Aser Laiton, nakoda yang mengemudikan Kapal Rina Star yang tenggelam di perairan Waisai dan Sorong, Papua Barat, Sabtu, 28 Juli 2012 lalu, membatah sebagai penyelamat. Sebaliknya, menjadi korban. Aser juga membantah kapal yang dinakodainya tenggelam bukan karena angin dan gelombang.

“Kapal yang saya nakodai tenggelam bukan karena gelombang dan angin. Sejak kami keluar dari Sorong menuju Waisai tidak ada masalah. Tapi, sampai tengah laut kapal tidak bisa berbalik arah ke Waisai. Sebaliknya kapal berbalik kembali menuju Sorong,” kata Aser saat menghubungi tabloidjubi.com, Selasa (31/7) malam.

Aser menjelaskan, Kapal Rina Star yang dinakodainya keluar dari pelabuhan Sorong sekitar pukul 03.00 WIT subuh menuju Waisai. Saat itu, lautan teduh tak ada gelombang dan angin. “Waktu itu, saya punya anak buah kapal (ABK) masih masak air panas untuk putar kopi. Kondisi laut mengijinkan,” katanya.

Tetapi, lanjutnya, perjalanan sejak pukul 03. 00 WIT subuh sampai malam hari, kapal yang mereka tumpangi belum juga masuk perairan Waisai. “Satu hari penuh dalam perjalanan. Tapi, kami terus lanjutkan perjalanan,” ujarnya. Malam menjadi larut. Sekitar pukul 12.00 WIT, Kapal Rina Star yang dinakodainya sudah tak bisa dikendalikan lagi menuju Waisai. Kelima ABK dalam kapal itu membantu nakoda membalik arah kapal menuju Waisai, tapi tak bisa.

Sebaliknya, muka kapal Rina Star tetap berbalik arah menuju Kota Sorong. Padahal, tak ada angin dan gelombang yang menerpa kapal tersebut. Aser menduga, kejadian itu merupakan peristiwa alam. “Saya sendiri bingung, kok, laut tenang, tidak ada angin dan gelombang, tapi dengan sendirinya kapal kami terus berbalik arah menuju Sorong,” ujarnya.  

Berbagai upaya terus dilakukan untuk menyelamatkan kapal namun tak membuahkan hasil. Kapal itu terpaksa tenggelam di pukul 12.05 WIT. Aser menuturkan, mereka tenggelam karena mesin pompa air atau alkon rusak. “Karena mesin alkon air rusak jadi kapal kami tenggelam,” ungkapnya.

Aser tak hanya membantah kapalnya tenggelam karena angin dan gelombang. Ia juga membantah mereka tak membawa kayu. Kapal Rina Star kala itu membawa mesin motor 15 PK sebanyak 25 unit, mesin flester 6 unit, dan mesin motor sebanyak 6 unit. Sejak itu, ada kapal yang lewat kawasan itu. Kapal tersebut yang menyelematkan mereka.

Lima anak buah kapal bersama nahkoda berhasil selamat. Selanjutnya, enam unit mesin motor yang dibawa juga berhasil diselamatkan. Sementara barang bawaan lainnya yakni motor 15 PK sebanyak 25 unit dan mesin flester 6 unit, tenggelam bersama kapal. Barang-barang ini hendak dibawa kepada warga di Warsai, Sorong.

Sebelumnya, dikabarkan, akibat cuaca buruk,  Sabtu (28/7) lalu, satu kapal yang memuat kayu tenggelam disekitar perairan Waisai dan Sorong, Papua Barat. Muatan kayu yang dibawa tenggelam bersama kapal.

Max Binur, warga Sorong mengatakan, kapal yang tenggelam disekitar perairan Waisai dan Sorong, Sabtu, 28 Juli 2012 lalu, berlayar dari Waisai menuju Sorong dengan memuat kayu dan penumpang. Kapal itu tenggelam disekitar perairan Waisai dan Sorong akibat diterpa angin kencang dibagian selatan Sorong. Kapal itu dikabarkan tenggelam pada pukul 06.00 WIT Lanjut Binur, kapal yang dinakodai Aser Laiton yang menolong kapal yang tenggelam waktu itu. (Jubi/Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *