Pedagang Dilema, DPRD Merauke Turun Tangan

Merauke (31/7)—Para pedagang di Pasar Mopah merasa dilema setelah tempat jualan mereka  sebanyak 20 petak  akan ditempati pemiliknya. Karena masa kontrakan lahan yang digunakan untuk tempat parkir mobil hiline, akan berakhir dalam satu atau dua hari kedepan sesuai kesepakatan bersama pemiliknya atas nama Chris Mahuze.

 

Dengan adanya persoalan tersebut, dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Djunaedi dan Subandrio langsung mendatangi lokasi  sekaligus berdialog dengan beberapa pedagang. Mereka juga berjanji akan mengundang pemerintah dan membicarakan bersama guna  dicarikan jalan keluar penyelesaian.

 

Salah seorang anggota DPRD Merauke, Djunaedi yang ditemui tabloidjubi.com di lokasi pasar, Selasa (31/7) mengatakan, para pedagang yang menempati 20 petak di lokasi pasar Mopah itu, merasa cemas lantaran telah didatangi para pemiliknya agar mengosongkan tempat dimaksud. Karena masa kontrakan di lahan pemarkiran mobil hiline akan berakhir.

 

“Ya, kami turun dan memberikan penjelasan lagi kepada para pedagang bahwa dewan akan berusaha untuk membangun komunikasi bersama dengan pemerintah agar segera dilakukan penyelesaian. Jadi, Kamis (2/8), akan dibahas bersama antara dewan dan pemerintah. Sekaligus mencari jalan keluar penyelesaian lebih baik lagi,” katanya. (Jubi/Ans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *