Pemkab Merauke Diminta Bayar Ganti Rugi Tanah Bandara

Merauke (31/7)Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke diminta untuk menyelesaikan ganti rugi tanah  di ujung Bandara Mopah seluas 12,5 hektar yang telah digunakan dan atau dimanfaatkan. Karena sampai sekarang masyarakat Kaykai dari empat marga yakni Mahuze, Balagaize, Gebze dan Basik-Basik yang adalah pemilik lahan, belum menerima sepersen uang.

 

Hal ini dikatakan salah seorang pemilik tanah adat, Donatus Mahuze kepada tabloidjubi.com, Selasa (31/7). Menurut Mahuze, sesuai rencana, masyarakat dari empat marga akan melakukan pemalangan dalam satu atau dua hari ke depan. Hal itu dilakukan agar bisa mendapatkan penjelasan yang transparan dari pemerintah untuk penyelesaian. “Saya tidak main-main.  Masyarakat telah bersepakat untuk memalang,” tegasnya.

 

Pemalangan yang dilakukan, demikian Mahuze, tidak memasang  tiang kayu yang tinggi tetapi berukuran pendek dan warga akan tetap berada di area landasan sambil menunggu jawaban pasti dari pemerintah. “Kami sudah menunggu terlalu lama. Sehingga saatnya sekarang untuk berjuang dan menuntut adanya ganti rugi,” ujarnya.

 

Ditambahkan, luas lahan di ujung landasan tersebut adalah 12, 5 hektar dan biaya ganti rugi yang harus diberikan oleh pemerintah adalah kurang lebih empat milyar. “Memang warga sudah sempat bertemu dengan Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT, namun diminta bersabar sekaligus akan dibicarakan lebih lanjut,” katanya. (Jubi/Ans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *