Pekerja Seks Takut Beberkan Pasangan

Merauke (31/8)—Para pekerja seks komersial (PSK)  enggan untuk membeberkan secara jelas pasangan mereka ketika melakukan hubungan badan. Berbagai cara dan atau pendekatan telah dilakukan, hanya saja mereka tidak terbuka sama sekali. Tentunya tidak bisa dipaksakan untuk harus bersuara menyampaikan pasangan kencannya.

 

Demikian disampaikan Sekretaris KPA Kabupaten Merauke, Heny Suparman, SH yang ditemui tabloidjubi.com di  DPRD, Kamis (30/8). “Memang mereka sulit menyebutkan identitas laki-laki. Karena merupakan pasangan kencan atau langganan atau pacarnya sendiri. Jika mereka menyebutkan, tentunya pelanggan tersebut akan pindah ke orang lain,” katanya.

 

Menyinggung jika ada sorotan dari Komnas HAM Perwakilan Papua jika selama ini hanya PSK yang disidangkan, Suparman mengungkapkan, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2003, fokusnya adalah kepada para PSK maupun mujikari. Karena jika mereka tidak menggunakan kondom tatkala sedang melakukan hubungan badan, tentunya sangat rentan terhadap penyakit IMS maupun HIV/AIDS.

 

“Saya juga perlu mengatakan bahwa jumlah penderita IMS maupun HIV/AIDS mengalami penurunan sangat drastis. Karena dengan menyeret beberapa PSK yang mengidap penyakit tersebut untuk disidangkan di pengadilan, mereka semakin sadar. Bahkan, dalam Bulan Agustus ini setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ada yang mengidap penyakit. Karena selalu menggunakan kondom saat berhubungan badan,” ujarnya. (Jubi/Ans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *