Penembakan Puncak Jaya Belum Diketahui Pelakunya

Warga Masyarakat di  Puncak Jaya dalam suatu kegiatan (Jubi/Eveerth)Jayapura (30/8)—Pelaku penembakan iring-iringan kendaraan yang membawa bahan makanan dan bahan bangunan dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya menuju Mulia, ibukota Kabupaten Puncak Jaya, Papua pada Rabu (29/8) sekitar pukul 17.15 WIT, hingga kini belum diketahui pelaku dan dari kelompok mana.

 

Hal itu disampaikan Kapolres Puncak Jaya, Papua, AKBP Marcelis, sekaligus menjelaskan, pihaknya belum tahu pelaku penembakan itu. “Sebelumnya pada Rabu (29/8) pagi, rombongan kendaraan yang mengangkut bahan makanan dan bahan bangunan telah tiba di ibu kota Puncak Jaya, Mulia. Dan saat ini pihaknya tengah bersiap untuk menuju ke lokasi penembakan di jembatan Besi tak jauh dari Tingginambut,” katanya, Kamis (30/8).

 

Dari informasi yang dihimpun, diketahui kelompok bersenjata, Rabu (29/8) petang sekitar pukul 17.15 WIT menembaki iring – iringan kendaraan yang membawa bahan makanan dan bahan bangunan dari Wamena menuju Mulia, ibukota Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

 

Kelompok bersenjata itu menembaki mobil mobil yang berada di bagian belakang hingga menyebabkan satu orang mengalami luka tembak di bagian leher yakni atas nama Tilu atau Kasera (30 tahun). Selain mencederai satu warga sipil, kata Kapolres Mulia AKBP Marcelis, tercatat dua mobil ikut dibakar.

 

Menurut Marcelis, dari laporan yang diterima iringan kendaraan mengangkut bahan makanan itu seluruhnya berjumlah 30  mobil dan saat berada di kawasan Tingginambut tepatnya di jembatan besi, kendaraan yang berada di bagian belakang dihadang dan ditembaki serta dibakar.

 

Marcelis mengaku saat ini situasi dan kondisi di Puncak Jaya pada umumnya aman dan dia berharap tidak ada peristiwa  penemabakan lagi di wilayah tersebut. “Korban penembakan masih di rawat di RSUD Mulia,” katanya.

 

Mantan Kasat Lantas Polda Papua itu juga sampaikan dari laporan yang diterimanya, Tilu atau Kasera, supir korban penembakan  di Tingginambut menderita luka cukup serius, yakni luka tembak di leher kiri tembus leher kanan. “Lukanya cukup serius, semua tergantung dari para medis dan dokter jika dianggap perlu kemungkinan akan dirujuk ke Jayapura  untuk mendapatkan perawatan yang intensif,” tandasnya. (Jubi/Eveerth Joumilena)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *