Segera Laksanakan Pemilukada Deiyai Putaran Kedua

Jayapura, (31/8)Dance Takimai, salah satu kandidat yang menggandeng Agustinus Pigome yang lolos sebagai pemenang kedua bupati dan wakil bupati dalam keputusan pleno KPUD  setempat pada Selasa, 17 April 2012 lalu, mendesak pemerintah Kabupaten Deiyai, Papua, agar melaksanakan pemilukada putaran kedua sesuai amar putusan mahkamah konstitusi. Pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) putaran kedua segera dilaksanakan sebelum masa waktu yang diberikan berakhir. Selanjutnya, pemilu kedua perlu dilakukan karena digugat.  

“Dari semua tahapan pemilukada yang telah berlangsung, sembilan kandidat yang maju dalam pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) bupati dan wakil bupati Deiyai, melalui pleno KPUD Deiyai, menetapkan saya dan pasangan saya dengan nomor urut satu ditetapkan sebagai pemenang nomor urut dua setelah pemilukada,” kata Dance kepada wartawan di Dante Café di Jayapura, Jumat (31/8).

Menurut dia, dari hasil pemilukada yang ditetapkan, tujuh kandidat yang kalah menggugat KPUD setempat ke Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta. Tetapi gugatan yang diajukan, semuanya ditolak oleh MK. “Dalam istilah hukum itu kan terggugat dengan pemohon. Gugatan yang diajukan oleh pemohon seluruhnya ditolak oleh MK. Sementara KPUD sebagai tergugat menang di MK,” ujarnya.

Bertolak dari hasil itu, melalui putusan MK, KPUD setempat  diminta untuk melaksanakan pemilu putaran kedua dengan batas waktu yang diberikan 90 hari. “Besok tanggal 03 September 2012, masa waktu yang diberikan oleh MK sudah berakhir,” ujarnya lagi.

Mengatasi persoalan itu, kata dia, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya. Diantaranya melakukan sosialisasi kepada warga.  “Upaya-upaya yang kami lakukan adalah melakukan sosialisai oleh pengacara KPUD di Wagete. Seluruh rakyat sudah mengetahui hasil dari MK, dan rakyat sangat siap kapan Pemilukada putaran kedua dilakukan,” ucapnya.

Lanjut dia, yang menjadi kendala dan kesulitan adalah Bupati dan DPRD Kabupaten Deiyai belum menyediakan dana untuk Pemilukada putaran kedua. Padahal, penyelenggaraan Pemilukada Kabupaten Deyai disiapkan sebesar  Rp.15 Miliar. Kendala yang dihadapi adalah sampai saat ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan bupati Kabupaten Deiyai belum menyediakan dana untuk pelaksanaan pemilu putaran kedua. Dana itu tidak disiapkan, karena yang KPUD minta saat ini adalah anggaran yang sudah disiapkan untuk pelaksanaan pemilu sehingga  tak ada alasan dari bupati dan DPRD tak boleh mengatakan warga dan kandidat menunggu perubahan penggaran.

Melalui sidang paripurna DPRD Paniai tahun 2011 sudah menyetujui dana  KPUD  sebesar Rp. 15 miliar. Berdasarkan data yang ada, KPUD sudah menggunakan anggaran sebesar Rp. 7 miliar untuk melaksanakan pemilu putaran pertama dengan hasil dua kandidat lolos sebagai bupati dan wakil bupati.  Dari kesepakan MoU antara karateker bupati sebelum, Basilius Badi dengan ketua KPUD Deiyai bahwa dari dana Rp. 15 miliar tersebut sudah tertera dalam buku APBD kabupaten Deiyai. Anggaran yang masih tersisa di KPUD sebesar Rp. 8 miliar.

“Yang saya pertanyakan disini adalah kemana dana Rp. 8 miliar itu kalau bupati dengan DPRD bilang tunggu perubahan,” tegasnya. Karena, lanjut dia, KPUD setempat meminta dana sisah dana yang ada dari penetapan anggaran untuk pemilu. Perlu dipahami, komisi yang bertanggung jawab untuk pemilihan umum ini tak meminta anggaran baru. Sebaliknya, meminta realisasi sisah anggaran yang masih ada. Ketika berbicara soal keputusan MK itu mengikat tanpa terkecuali.

Dance yang diusung dari Partai PDI dan PIS serta beberapa partai non kursi di DPRD Deiyai ini mengatakan, sebagai pemenang yang siap bertarung di putaran kedua ini menyatakan dengan hormat memohon kepada gubenur, KPU Provinsi agar pemilu putaran kedua harus dilakukan sesuai dengan putusan MK. “Kalau tidak maka kami tidak tau apa yang terjadi,” tutur Takimai.

Jika terus diulur, maka ketika konflik terjadi, siapa yang bertanggung jawab. Masa dari dua kandidat yang lolos termasuk ia dan pasangannya bertindak maka sah. Pasalnya, tindakan itu dilakukan atas dasar hukum yaitu keputusan MK.  “Keputusan MK menyatakan saya dan pasangan saya masuk di pemilu putaran kedua. Ini yang perlu dipertegas.”

Takimai meminta, Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua, Majelis Rakyat Papua, Gubernur dan KPU Provinsi serta Bawaslu agar memerintahkan bupati Deiyai, dan ketua DPRD Deiyai, untuk melaksanakan amar putusan MK. Sampai saat ini, masyarakat di lima Distrik yang ada di Kabupaten Deiyai sudah siap untuk menerima kandidat yang terpilih. “Kalau soal kandidat siapa yang kalah dan siapa yang menang itu persoalan biasa dalam sebuah pertandingan,” ungkapnya.  Dia menambahkan,  siapapun yang menjadi bupati dan wakil bupati adalah kesepakatan rakyat dan keputusan kandidat yang bersangkutan. Maka tak ada alasan ada pemilu ulang karena keputusan MK, hanya dua kali pelaksanaan pemilu.  

Proses tahapan Pemilukada Kabupaten Deyai periode 2012-2017 putaran pertama sudah selesai dan KPUD Kabupaten Deyai melalui pleno, pada Selasa 17 April 2012 menetapkan bahwa dari sembilan pasangan calon yang jadi peserta Pemilukada, hanya dua pasangan calon yang maju ke putaran kedua. Yaitu pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Deiyai periode 2012 – 20127, Natalis Edowai, SE-Mesak Pakage. S.Sos dengan perolehan suara 8.508 dan Dance Takimai, A.Ks-Kagus Pigome, A.Mdp dengan perolehan suara 6.531.

Dengan hasil pleno KPUD Kabupaten Deyai tersebut, tujuh pasangan calon yang tidak lolos ke putaran kedua melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Tujuh pasangan tersebut diantaranya pasangan bakal calon Amos Edoway-Daud Pekei (perkara 29/PHPU.D-X/2012), pasangan calon Januarius L. Dou-Linus Doo (perkara 30/PHPU.D-X/2012), pasangan calon Klemen Ukago-Manfred Mote (perkara 31/PHPU.D-X/2012), pasangan bakal calon Yohanis Pigome-Yohanis Jhon Dogopial (perkara 32/PHPU.D-X/2012), pasangan bakal calon Marthen Ukago-Amision Mote, Manase Kotouki-Athen Pigai, dan Yan Giyai-Yakonias (perkara 30/PHPU.D-X/2012). Namun dari hasil gugatan tersebut MK menolak surat gugatan dan memenangkan KPUD Kabupaten Deyai. (Jubi/Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *