Program Respek Membantu Masyarakat Distrik Ubalihi Kabupaten Yahukimo

Tampak salah satu jembatan  di Distrik Ubalihi di Kali Ubahak (Foto/Pendamping Respek)Jayapura,  (27/9)Program Rencana Strategi Pembangunan Kampung (Respek) awalnya mendapat keraguan dari masyarakat, karena sebelumnya ada yang mengatasnamakan dan mengambil data lalu pergi dan kunjung balik, namun berbeda dengan kondisi yang ada saat ini, justru masyarakat bisa menerima dan memberikan dampak positif  bagi kemajuan pembangunan kampung, khususnya di Distrik Ubalihi, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua.

Hal ini sebagai diungkapkan Koordinator Pendamping Respek Tingkat Kabupaten Yahukmo, Reynold Wally, yang menirukan ungkapan dari Kepala Kampung Hereki, Yohanis Kabak, dimana dijelaskan kedatangan para pendamping di kampung  jangan hanya menipu  dengan mengambil data di kampung kemudian mereka pergi dan tidak datang kembali untuk selamanya karena dulu ada yang seperti itu sampai sekarang tidak datang datang saja, namun hal ini justru menjadi postif dan masukan untuk bekerja lebih giat lagi bagi pendamping dalam mendukung pembangunan di kampung lewat program Respek.

“Saya kepala Kampung dan Masyarakat Hereki distrik Ubalihi sangat senang sekaligus berterima kasih kepada Bapa Barnabas Suebu yang sudah buat program RESPEK kami sudah rasakan hasilnya sekarang dan harapan saya orang kecil ini, bahwa RESPEK harus tetap ada untuk kami,” ungkap Kepala Kampung Hereki, Yohanis Kabak, yang dibenarkan Reynold Wally.

Respek sendiri merupakan Kebijakan strategis Mantan Gubernur Provinsi Papua, Barnabas Suebu, dimana sejak  tahun 2007 yaitu dengan mengalokasikan Dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sebesar  100 juta rupiah per masing-masing Kampung/Kelurahan dan Dana Operasional Kegiatan (DOK) sebesar  100 juta rupiah per masing-masing Distrik melalui suatu pendekatan pembangunan yang dikenal dengan nama “Rencana Strategi Pembangunan Kampung”  atau disingkat RESPEK  guna membangkitkan gerakan masyarakat  untuk pembangunan Kampung (GMPK).

Koordinator Pendamping Respek Kabupaten Yahukimo, Reynold Wally menjelakan bahwa d sela sela Kunjungan lapangan guna melihat secara langsung hasil hasil kegiatan tahun 2011 yang di kerjakan masyarakat di Distrik Ubalihi, dimana Pada bulan Oktober tahun 2011 kami melakukan musyawarah distrik dan pada saat itu pendamping distrik menjelaskan tentang Alokasi dana PNPM MANDIRI dan RESPEK , khusus untuk BLM PNPM MANDIRI PEDESAAN  di Distrik Ubalihi mendapat alokasi dan Rp. 600 juta dengan alokasi untuk 10 kampung yang ada , sehingga di adakanlah perengkingan tingkat distrik berdasarkan kemajuan dan hasil kerja masing masing kampung pada tahun 2010 dan 3 tiga kampunglah yang mendapatkannya yaitu Kampung Hereki, Kampung Wanam dan Kampung Membaham.
 
Demikian pula dibenarkan oleh Ketua TPKD Distrik Ubalihi, Gad Suhuniap yang mengaku bahwa pihaknya bangga pada 3 kampung ini, karena mereka mengusulkan kegiatan yang sebenarnya akan di nikmati oleh masyarakat di 10 kampung ini , bahkan beberapa distrik di sekitar Distrik Ubalihi. Gad Suhuniap mencontohkan Kampung Hereki dan Wanam, dimana masyarakat di dua kampung mengusulkan pembangunan jalan Tebing dan Jembatan Gantung.

“Masyarakat Ubalihi rata rata tinggal di puncak gunung dan selama ini kami sangat kesulitan karena kondisi wilayah kami yang sangat ekstrim.kami hanya menggunakan jembatan kayu bua dan mengandalkan tali rotan untuk penyebrangan dan melewati jalan yang curam ini sudah kami masyarakat ubalihi alami bertahun tahun dan menjadi pergumulan kami selama ini,”  ungkap Gad, sekaligus menambahkan bahwa jembatan tersebut telah di kerjakan dengan menggunakan dana PNPM MANDIRI T.A 2011.

Pada kesempatan yang sama pendamping Distrik Ubalihi, Frengky dan Yansen bergantian memberikan penjelasan menyangkut program PNPM MANDIRI RESPEK di Distrik Ubalihi, yang mana dijelaskan bahwa  untuk program Tahun 2011 PNPM Mandiri Pedesaan yang bersumber dari APBN PUSAT masyarakat di tiga kampung merencanakan pembangunan Jalan tangga Tebing Coran , Jembatan gantung dan Peningkatan Kapasitas ( Pelatihan pertukangan ) bagi 50 Orang.
khusus untuk Kampung Hereki masyarakat telah mengerjakan pembangunan jembatan Gantung yang terletak di badan sungai Ubahak dengan panjang jembatan 27 Meter dengan lebar jembatan 1,5 Meter total anggaran sebesar Rp.200.000.000 juta rupiah, di kerjakan dalam waktu 45 Hari kerja , yang mana semua anggaran tersebut sudah mencakup keseluruan kebutuhan seperti Alat, Bahan, Transportasi dan Upah pekerja bagi para masyarakat yang bekerja.
 
Selain itu, juga Yansen menambahkan bahwa kesulitan utama masyarakat di Distrik Ubalihi adalah transportasi,  karena untuk mendatangkan barang barang ke distrik dan kampung TPKD dan TPKK harus mencarter pesawat dan harga carteran pesawat sangat mahal , dalam hal ini, satu kali terbang untuk pesawat AMMA Pilatus dengan kapasitas 900 KG TPKK dan TPKD mengeluarkan dana transportasi Rp. 18 juta – 20 juta. “Ini benar benar gila, belum lagi mereka harus membayar porter ( Pemikul barang ) kami hanya mendampingi dan mengarahkan sambil terus mengajak TPKD dan TPKK agar dalam bekerja selalu utamakan kebutuhan umum masyarakat karena ini sudah resiko dari pekerjaan ini,” paparnya.  (Jubi/Eveerth Joumilena)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *