Ratusan Warga Padati Konggres II Selamatkan Manusia dan Hutan Papua di Unipa

Manokwari (29/9)– Sedikitnya, 200 -an lebih warga yang terdiri dari partisipan dan mitra dari Forum Kerja Sama Lembaga Swadaya Masyarakat (Foker-LSM) Papua, memadati sidang kongres II selamatkan manusia dan hutan Papua. Sidang itu berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Negeri Papua (Unipa) Manokwari, Papua Barat, Jumat (28/9) sore sekitar pukul 15.00 WIT. 

 

Dari pantauan tabloidjubi.com, peserta memadati ruang Aula Fekon Unipa Manokwari. Sebelumnya, masing-masing peserta yang masuk ruangan ke aula membawa kursi ditangan. Mereka membawa kursi lantaran diruangan aula kekurangan kursi. “Mari kita angkat kursi bantu teman-teman peserta ke Aula,” kata Yehezkiel Runaweri salah satu partisipan Foker dari Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen.

Tak hanya peserta yang sibuk, Sekretaris Eksekutif Foker LSM Papua, Septer Manufandu bersama Sterring Commite lainnya juga sibuk melengkapi fasilitas yang kurang dalam ruangan Aula. Manufandu juga mengangkat kipas angin dan kursi. Setelah melengkapi ruang persidangan, sidang kongres pun dimulai.

Para peserta sidang diminta memilih pimpinan sidang. “Mari kita pilih peserta sidang dulu. Sebelum sidang dilanjutkan,” kata Septer Manufandu. Peserta sidang memilih tujuh orang pemimpin sidang. Diantaranya, Fince Yarangga, Fredy Warpopor, Fadhal Alhamid, dan Max Binur.

Usai pemilihan pimpinan sidang, masing-masing pemimpin kelompok diminta maju untuk memaparkan materi yang sudah dibagi untuk dibahas. Kelompok I yang membahas posisi masyarakat Papua dalam mempertahankan dan menyelamatkan manusia serta hutannya menekan beberapa hal. Diantaranya, pembangunan-pembangunan yang diterapkan pemerintah harus menjawab kebutuhan masyarakat. Menolak perusahaan kelapa sawit beroperasi di Papua. Karena, perusahaan sawit dinilai merusak tanah dan hutan. (Jubi/Musa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *