Aparat Gabungan Diduga Menangkap 9 Warga Wamena

Jayapura (30/9)Kemarin, Sabtu (20/9) sore, dikabarkan pasukan gabungan melakukan penyergapan disekretariat  Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Baliem dan menangkap sembilan  warga Wamena. Aparat gabungan juga menyita sejumlah barang dan uang milik sekretariat KNPB.

 

“Jam 17:00 peyergapan dan penyisiran dilakukan oleh tim gabungan TNI dan Polri dan Densus 88 di sekretariat KNPB Balim  Wamena,” pesan SMS salah satu anggota KNPB yang tidak menyebutkan namanya kepada tabloidjubi.com, Minggu (30/9).

 

Dalam penyergapan itu, aparat gabungan menahan sembilan warga sebagai berikut :

  1. Edo Doga (26 tahun)
  2.  Janus Wamu (24 tahun)
  3.  Ripka Kosay (19 tahun)
  4. Yusup Hiluka (52 tahun).
  5.  Yan Mabel (24 tahun)
  6.  Melianus Kossy (26 tahun)
  7. Lucky Matuan (27 tahun)
  8. Yupinus Dabi (34 tahun)
  9. Nata Kosay.

 

Aparat keamanan juga menyita sejumlah barang milik sekretariat KNPB Balim. “Menyita barang sekretariat antara lain: uang 18.500.000, printer 2 dan 4 leptop,” SMS anggota KNPB Balim.

 

Peritiwa itu telah diakui oleh pihak KNPB pusat. “Benar ada peristiwa itu kemari. Kami menerima laporan 9 orang ditahan,” kata Juru Bicara KNPB pusat, Darmin Doga kepada tabloidjubi.com, Minggu (30/9)

 

Menurut Darmin, aparat gabungan mengambil tindakan tanpa prosedur. Surat pemberitahuan atau pemanggilan terhadap mereka yang ditangkap tidak pernah ada. “Penangkapan itu tanpa surat pemberitahuan,” kata Darmin.

 

Karena itu, KNPB menagap tindakan aparat melangar slogan kepolisian. “Slogan hukum mengayomi, melindunggi rakyat, malah merekalah yang melakukan pengacauan, tindakan tidak terpuji,”katanya.

 

Penangkapan tanpa pemberitahuan ini jelas pendekatan teroris. “Pengepungan dan penggrebekan  sekretariat di luar prosedur hukum, tanpa surat pemberitahuan, cara-cara aparat ini adalah penanganan teroris,” kata activis HAM Independen Papua Barat, Sebby Sambom.

 

Sementara itu, Kapolres Jayawijaya yang dihubungi oleh tabloidjubi.com melalui nomor Handphonenya, belum memberikan kofirmasi hingga berita ini ditulis. (Jubi/Mawel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *