Yapen Utara Ingin Jadi Kabupaten

Serui (30/9)—Maraknya pemekaran kabupaten di Papua, juga mengundang niat masyarakat Yapen Utara, Kabupaten Yapen untuk membentuk daerah otonom baru. Guna mewujudkan niat tersebut sejumlah masyarakat Yapen Utara menemui Rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) yang singgah di Kota Serui usai melakukan kunjungan kerja ke Waropen, Sabtu (29/9).

 

Kedatangan perwakilan masyarakat itu diterima Wakil Ketua Komisi A, Yanni, Anggota Komisi A Ina Kudia dan Hendrik Thomasoa serta Anggota Komisi D, Boy Dawir. Dihadapan para wakil Rakyat itu, masyarakat Yapen Utara berharap DPRP bisa mendengar aspirasi mereka dan mendorong terbentuknya Kabupaten Yapen Utara.

 

“Jika memanh Tuhan yang menggerakkan hati kami untuk memilih bapak-bapak dan ibu-ibu menjadi wakil kami di DPRP, tentu hati bapak-bapak dan ibu-ibu tergugah menolong kami. Tentu bapak dan ibu tidak akanbl membiarkan kami terus menderita dan menangis. Saat badai kami tidak bisa kemana-mana karena satu-satunya transportasi ke daerah kami dengan speed boat atau perahu”, kata Tokoh masyarakat Yepen Utara, Jhon Beroperai.

 

Ia mengatakan, kedatangan pihaknya menemui anggota DPRP agar para wakil rakyat itu bisa melengkapi kekurangan administrasi. Sehingga diharapkan hati anggota DPRP bisa tergugah dan memperjuangkan keinginan masyarakat Yapen Utara.

 

“Kami datang menemui anggota DPRP bukab karena kami bisa melakukan ini sendiri. Namun justru sebaliknya kami datang agar DPRP bisa membantu kami dan melengkapi kekurangan yang ada. Kami harap sebagai wakil yang percayakan mengemban amanat rakyat, kami harap hati anggota DPRP bisa tergugah dan mendorong keinginan kami ini,” ucapnya.

 

Dijelasakannya, selain transportasi ke daerah tersebut yang hanya bisa dijangaku lewayt jalur laut, salah satu yang mendorong masyarakat Yapen Utara untuk membentuk kabupaten baru karena ingin setara dengan daerah lainnya.

 

“Selama ini kami banyak mengalami kesusahan. Untuk itu kami ingin dimekarkan agar kami bisa setara dengan masyarakat lain. Beberapa waktu lalu kami mengecek ke Komisi II DPR RI pada Juni lalu, namun ternyata disana tidak ada dokumen Yapen Utara padahal pada periode DPRP sebelumnya kami sudah masukkan. Setelah menerima aspirasi kami, Komisi II DPR RI menyuruh kembali dan melengkapi dokumen”, tutup Jhon Beroparai.

 

Dihadapan perwakilan masyarakat Yapen Utara, Wakil Ketua Komisi A, Yanni berjanji pihaknya akan mengusahakan apa yang diinginkan masyarakat tersebut. “Meski kami tidak menerima berkas ini di kantor, tapi kami tetap menganggap berkas ini sah dan kami akan berusaha melanjutkan aspirasi ini,” ucap Yanni.

 

Namun ia juga mengharapkan agar masyarakat Yapen Utara berkoordinasi dengan Bupati Kabupaten Yapen agar bisa ikut mendorong pembentukan daerah otonom baru sesuai yang diinginkan masyarakat. “Mungkin saja bupati saat ini belum berusaha mendorong terbentuknya daerah otonom baru karena beliau masih membenahi beberapa hal dipemerintahan. Jadi kami harap masyarakat tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah,” tutur Yanni. (Jubi/Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *