Berbisnis di Pantai Tanjung Kasuari Sorong

Sorong (1/10)—Pantai Tanjung Kasuari di Sorong ternyata berdampak pada aktifitas bisnis kecil-kecilan bagi masyarakat penghuni di sekitarnya. Seperti yang dilakoni keluarga Nico Fakdawer. Mereka mengembangkan jasa penyesewaan ban untuk pengunjung di Tanjung Kasuari, Sorong, Papua Barat.

 

Sayangnya bisnis keluarga Fakdawer itu, tidak berbanding lurus dengan banyaknya pengunjung dan minat untuk sewa menyewa ban. Pasalnya keuntungan untuk hari biasa seperti hari minggu, hanya didapat keuntungan Rp 20 ribu per hari.

 

Itu artinya dalam sehari, jasa sewa ban hanya diminati 2 orang pengunjung per jam. Karena setiap ban disewa 10 ribu setiap satu jam untuk per orang. Lelaki asal kepulauan Raja Ampat itu mengatakan bisnis yang dilakoninya sekitar 12 tahun dengan mengoperasikan 9 ban yang dibeli dari ban dalam bekas di bengkel-bengkel di Kota Sorong. “Kalau hari sedang ramai, biasanya bisa dapat 100 ribu,” kata lelaki 4 anak itu.Dia mengatakan hari ramai biasanya saat hari raya dan liburan panjang.

 

Tanjung Kasuari yang enak pemandangan dan pantai pasair putihnya yang memanjang, bukan hanya diminati oleh turis asing, tetapi juga dari turis lokal. Seperti yang diungkapkan lelaki asal Medan Sumatera Utara Sabar Situmorang. Dia mengatakan kalau sering dirinya bersama keluarga sebagai pengunjung setia di Tanjung Kasuari. “Kadang mandi dan kadang tidak. Biasa saya sewa ban,”ungkapnya. (Jubi/Roberth Wanggai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *