George Junus Aditjondro Masih Belum Pulih Total

Yogyakarta (15/10) — Kondisi kesehatan pendiri Yayasan Pengembangan Masyarakat Desa(YPMD)-Papua dan penulis buku Gurita Cikeas, George Junus Aditjondro belum pulih benar. Hal ini tampak jelas saat tabloidjubi.com berkunjung ke rumahnya di Yogyakarta. Mantan dosen pasca sarjan Universitas Kristen Staya Wacana ini hanya bisa duduk dan tidur di atas ranjangnya.

“Masih seperti ini keadaan abang. Ada terapi yang masih dijalani setelah keluar dari Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta,”  kata Erna, istri George Aditjondro kepada tabloidjubi, Minggu (14/10) di kediaman mereka.

Dalam pengamatan tabloidjubi.com, berat badan George Junus Aditjondro turun secara drastis. Dirinya sedang menjalani terapi untuk memulihkan kembali fungsi beberapa organ tubuh, termasuk kaki. George Junus Aditjondro belum dapat melakukan kembali aktivitasnya secara normal tetapi daya ingat dan semangat untuk sembuh tampak jelas di matanya saat melihat kunjungan tabloidjubi.com bersama beberapa Anggota Forum Mahasiswa Papua Universitas Kristen Duta Wacana (Formapa UKDW) selama dua hari berturut-turut yaitu 13-14 Oktober 2012.

Sementara itu, James Elvis Yoku, mantan Ketua Formapa UKDW yang juga ikut mengunjungi George Junus Aditjondro bersama tabloidjubi.com berharap agar kesehatan beliau dapat kembali pulih seperti sediakala.

“Di tengah sakitnya, Pak George masih sempat bercerita tentang Usilin Monim, salah satu Anggota Grup Mambesak yang pernah menyelamatkan dirinya dulu, waktu beliau masih berdomisili di Jayapura. Usilin Monim menyelamatkan Pak George saat dirinya terbawa arus di Pulau Timbul Tenggelam,” kata Yoku kepada tabloidjubi.com hari ini, Senin (15/10) di Kampus UKDW Yogyakarta.

Menurut Yoku, George Junus Aditjondro membutuhkan dukungan materil dan juga moril dari Masyarakat Papua untuk proses kesembuhannya. Pihaknya dan teman-teman juga diminta menyanyi lagu Papua pada saat berkunjung. Mata George Junus Aditjondro tampak berkaca-kaca di pembaringannya saat mendengar lirik ‘satu kapal pun berlabuh di Pelabuhan Hollandia. Selamat tinggal, selamat jalan kekasihku’ dinyanyikan oleh teman-teman Papua yang berkunjung kemarin.
“Jadi, dengan bertemu Pak George, kami yang Orang Papua jadi lebih mengerti soal Papua karena pada kenyataannya, dia lebih banyak mengerti masalah Papua, termasuk tempat dan suku-suku di Papua,”  kata pemuda asal Sentani yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Usilin Monim ini lagi. (JUBI/Aprila Wayar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *