Kerjasama Papua-PNG Akan Ditingkatkan

Jayapura (15/10) — Kerja sama antar Pemerintah Provinsi Papua dengan Papua New Gueni akan ditingkatkan. Terutama kerjasama dalam bidang pendidikan, kesehatan dan perbatasan antara kedua Negara tetangga ini.

 

Asisten I Sekda Papua, Elieser Renmaur kepada wartawan usai mengikuti penutupan Raimuna Nasional X di Jayapura, Senin (15/10), menjelaskan, belum lama ini Pemerintah Papua melakukan pertemuan di PNG. Dimana kehadirannya dirinya adalah untuk menghadiri dua kegiatan. Kegiatan pertama Border Leasing Meeting (BLM) yang berlangsung selama dua hari. Kemudian  dilanjutkan dengan Joint Border Committee (JBC).

“Jadi pertemuan yang pertama itu intern yakni antara Provinsi Papua dengan PNG. Lalu  pertemuan yang kedua antara negara Indonesia dengan negara PNG guna membahas kerjasama,” katanya.

Dia mengatakan, dalam pertemuan tersebut, banyak hal yang dibahas diantaranya mengenai perbatasan antar kedua negara bertetangga ini. Selain itu juga menyangkut masalah pendidikan, kesehatan itu pula dibahas. Kemudian
nanti akan ada lagi pertemuan intern mengenai revisi basic agreement.

“Sudah banyak yang tidak sesuai. Sudah banyak yang harus diubah atau ditambah lagi. Untuk revisi basic agreement ini terlebih dahulu akan dilakukan pertemuan secara intern diantara Pemerintah Indonesia dan pertemuan antar intern PNG sendiri juga dilakukan. Nantinya kami bertemu lagi untuk berbicara mengenai perubahan/revisi,” ujarnya.

Ditegaskannya, dalam pertemuan BLM dan JBC itu, intinya bahwa kerjasama antara kedua negara ini harus ditingkatkan dalam berbagai hal. “Mungkin yang tadinya belum ada yang masuk pada pendidikan, kesehatan. Nah  ini kita masuk kesitu,” tambahnya.

Menurut dia, selama ini pertemuan dan kerjasama kedua negara ini baru pada sebatas karantina–karantina saja. Tetapi untuk kerjasama berikutnya, bagaimana membangun perbatasan dalam segala bidang, sehingga masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan, tidak merasa tertinggal.

Selain membahas masalah pendidikan dan kesehatan, ujar Renmaur, dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai pertikaian antara pemuda Muara Tami–Indonesia dengan pemuda PNG beberapa waktu lalu.

“Termasuk soal pertikaian, itu juga dimasukan sebagai salah satu poin untuk bagaimana mengatasinya. Termasuk juga soal illegal fishing dan segala macam. Masalah lain yang masuk dalam poin juga juga soal peredaran ganja diantara kedua negara. Ganja itu juga nanti dibahas. Tetapi ini menjadi tugas polisi dan polisi juga lebih pro aktif dalam kegiatan–kegiatan selanjutnya,” kata Renmaur dengan tegas.(Jubi/Alex)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *