Tanah Papua Bagian Dari NKRI

Jayapura (15/10) — Dengan berakhir secara sukses perhelatan akbar Raimuna Nasional X Gerakan Pramuka 2012, di Bumi Perkemahan Cenderawasih Phokela Waena, Jayapura dari tanggal 8-15 Oktober menegaskan, Papua adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di samping itu, Suksesnya Raimuna Nasional X dari tanggal 8-15 Oktober menjadi bukti nyata, Tanah Papua adalah daerah yang aman, damai, dan siap menerima siapapun yang memiliki itikad baik untuk hadir di daerah ini.

“Sejak mulai dilaksanakan tanggal 8 Oktober, dan dibuka oleh Bapak Wakil Presiden pada tanggal 10 Oktober, hingga Upacara Penutupan hari ini, telah berhasil diselenggarakan dengan sukses. Ini merupakan hasil upaya seluruh pihak terkait yang secara solid berkomitmen mensukseskan penyelenggaraan Raimuna Nasional X. Untuk itu saya atas nama Pemerintah, mengucapkan terima kasih kepada Bapak, Ibu, Saudara, Kakak, dan Adik, atas usahanya yang tulus dan tak kenal lelah,” kata Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono selaku ketua majelis pembimbing nasional harian gerakan Pramuka pada penutupan Raimuna Nasional X di Bumi Perkemahan Cenderawasih Phokela Waena, Jayapura, Senin (15/10).

Dengan berhasilnya pelaksanaan Raimuna di Papua, Agung Laksono memberi apresiasi atas kesuksesan tersebut. karena tentunya kita ketahui bahwa, proses persiapannya cukup panjang dan melalui berbagai persoalan, diantaranya pengunduran waktu, persoalan kepesertaan, ketersediaan anggaran, dan persoalan-persoalan lainnya.

Namun dengan tekad, keyakinan, dan keberanian kita semua serta para pihak terkait khususnya Pemerintah setempat, aparat keamanan Polri dan TNI, kegiatan ini dapat terlaksana. “Ini merupakan kebanggaan kita semua, khususnya kebanggaan Gerakan Pramuka,” ujarnya.

Dia mengatakan, Raimuna X Tahun 2012 merupakan perkemahan tingkat nasional yang baru pertama kali diselenggarakan di Provinsi Papua. Sebagaimana kita ketahui bahwa “raimuna” berasal dari bahasa Ambai, Kabupaten Yapen Waropen, Papua. Kata Raimuna terdiri dari dua kata, yaitu “rai” dan “muna”, dimana dapat diartikan sebagai sekelompok orang yang berkumpul untuk mencapai tujuan baik secara bersama-sama untuk kebaikan orang banyak.

“Oleh karena itu saya harapkan, sesuai arti kata tersebut, Raimuna dapat benar-benar bermanfaat tidak hanya bagi para anggota Gerakan Pramuka tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Sehingga tema Raimuna Nasional X, yaitu “Pramuka Indonesia bersama Masyarakat Membangun Papua” dapat benar-benar terwujud dan dirasakan oleh masyarakat Papua,” tandasnya.

Dia menilai, gerakan pramuka merupakan ujung tombak pendidikan karakter bangsa yang dapat diandalkan karena konsistensinya. Pendidikan karakter merupakan pendidikan nilai-nilai luhur budaya bangsa serta perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama. Meskipun karakter merupakan kunci keberhasilan individu, tetapi karakter individu-individu akan memberikan warna karakter bangsa kita.

Dengan banyaknya berbagai persoalan sosial kemasyarakatan khususnya generasi muda, seperti tawuran, penyalahgunaan narkotika, pergaulan bebas dan kriminalitas lainnya, menandakan bahwa pendidikan karakter bagi bangsa ini benar-benar mendesak. Pada kondisi ini, Gerakan Pramuka dapat mengambil peran yang strategis bersama masyarakat menciptakan generasi muda yang memiliki karakter.

“Saya harapkan Raimuna kedepan dapat dijadikan event yang lebih besar lagi. Kegiatan yang mampu melibatkan sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, kegiatan yang benar-benar mampu menjalin kebersamaan yang kuat antara Pramuka dan masyarakat, kegiatan yang nyata dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya dengan mengoptimalkan Satuan Satuan Karya (Saka) yang ada di Gerakan Pramuka,” jelasnya.
 
Diketahui, penutupan Raimuna Nasional X dihadiri oleh Penjabat Gubernur Provinsi Papua Syamsul Arief Rivai, Ketua Kwarnas Azrul Azwar, ketua DPR Papua John Ibo, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI M. Erwin Syafitri, Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian, Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano, ketua Kwarda Papua Alex Hesegem dan tamu undangan serta SKPD dari lingkungan Provinsi Papua.

Acara penutupan ditandai dengan pemukulan tifa oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dan pelepasan tanda peserta Raimuna secara simbolis terhadap dua peserta Pramuka. Usai pentupan tamu undangan dihibur tari-tarian kolosal, Yosin pancar, lemon nipis dan atraksi kolosal.(Jubi/Alex)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *