Ketua MK Dituding Lakukan Pembohongan Publik, Dalam Kasus Pemilukada Yapen

Jayapura, (16/10) –– Kendati Gubernur Provinsi Papua telah melantik Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Yapen berdasarkan putusan Mahkamah Kontitusi (MK) yang memenangkan pasangan Tony Tesar dan Sanadi, namun ternyata ada temuan baru dari upaya yang dilakukan calon Bupati, Petrus Yonathan Mambay, S.Pd.

 

Diia juga mengakui kalau ada surat bukti bahwa Ketua MK, Mahfud MD mengatakan Pemilukada ulang di Kabupaten Kepulauan Yapen sudah dilakukan. Padahal belum pernah dilakukan Pemilukada ulang.
“Ini juga pembohongan publik,”tulis Mambay dalam pesan singkatnya yang diterima tabloidjubi.com, Selasa, (16/10). 

 

Menurut Mambay padahal kasus Pemilukada Kepulauan Yapen terjadi penipuan tingkat tinggi, dimana dalam argumentasi yang diungkapkan Mambay bahwa putusan tanggal 30 Desember 2010 adalah putusan sela. Faktanya bukan putusan sela, tetapi final dan mengikat.

Mambay yang hari ini baru saja melakukan pertemuan dengan Ombudsman melalui asisten Kasus Yapen, Sabarudin Hulu, SH di Jakarta bahwa dari informasi sudah ada pertemuan Ombudsman dengan Mahfud MD.
“Ternyata memang ada kamuflase 9 hakim terhadap putusan tanggal 30 Desember 2010. Hal ini menguatkan temuan mal Administrasi khusus dalam putusan terhadap sengketa Pemilukada Yapen,”ungkap Mambay sambil mengajak pencinta demokrasi di tanah air, lebih khusus di Papua untuk berdoa agar rekomendasi pemilukada ulang Yapen dari Ombudsman benar-benar terwujud. (Jubi/Roberth Wanggai)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *