Ruben Magay: “Jangan Gunakan Kekerasan”

Jayapura, (16/10) — Adanya rencana Rakyat Papua memperingati satu tahun tragedi Kongres Rakyat Papua (KRP) III lalu yang menelan beberapa korban jiwa, 19 Oktober mendatang mendapat tanggapan dari Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Ruben Magay.

Ia meminta pihak aparat keamanan tidak lagi menggunakan kekerasan dalam menjaga keamanan saat peringatan KRP III mendatang karena apa yang dilakukan masyarakat Papua itu hanya sebatas aspirasi mereka yang merupakan bagian dari demokrasi.

“Saya rasa itu wajar saja. Itukan bagian dari demokrasi juga selama masih dalam jalur yang benar. Dalam UU sudah diatur setiap warga punya hak yang sama dalam menyampikan aspirasi mereka. Tidak dibeda-bedakan. Jadi jangan lagi menggunakan cara-cara kekerasan,” kata Ruben Magay kepada tabloidjubi.com, Selasa (16/10).

Menurutnya,KRP adalah sejarah bagi masyarakat Papua. Untuk itu aparat keamanan diharapkan selalu mengedepankan pendekatan persuasif dalam menjalankan tugasnya. Jangan kekerasan. “Kalau kekerasan masih dikedepankan, itu hanya akan meninggalkan trauma bagi rakyat Papua,”ujarnya.

Ruben Magay juga mengkritisi adanya intimidasi terhadap sejumlah aktivis yang ada di Papua. Ia mengungapkan apa yang dialami pekerja kemanusian itu seolah menggambarkan jika pemerintah sudah tidak lagi demokratis. “Buktinya pemerintah tidak bisa menyelesaikan masalah Papua. Justru banyak intimidasi. Aktivis saja diintimidasi. Ini justru membuat rakyat Papua semakin berteriak,” singkatnya ketus.

Ditambahkannya, pemerintah harusnya mengedepankan dialog dalam menyelesaikan masalah Papua. Hanya dialog yang bisa mengurai masalahan Papua, “Bukan dengan kekerasan yang hanya mengundang perhatian dunia internasional dan rakyat Papua terluka, trauma dan tidak percaya lagi,” tandas Ruben Magay. (Jubi/Arjuna)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *