Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Gesek dobel kartu nontunai, warga bisa lapor BI 
  • Rabu, 27 September 2017 — 09:38
  • 680x views

Gesek dobel kartu nontunai, warga bisa lapor BI 

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua kembali mengingatkan dan mengimbau agar masyarakat Papua dalam bertransaksi menggunakan kartu debit ataupun kartu kredit serta pembayaran nontunai lainnya supaya menghindari penggesekan ganda atau double swipe. 
Ilustrasi aneka kartu untuk transaksi nontunai – Jubi/IST
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua kembali mengingatkan dan mengimbau agar masyarakat Papua dalam bertransaksi menggunakan kartu debit ataupun kartu kredit serta pembayaran nontunai lainnya supaya menghindari penggesekan ganda atau double swipe

Manajer Akses Keuangan dan UKM Bank Indonesia, Yon Widiono, mengingatkan agar masyarakat terlebih dahulu mengingatkan kasir untuk melakukan penggesekan hanya satu kali saja. 

"Jika konsumen menjumpai hal tersebut dapat dilaporkan ke Bank Indonesia, Contact Center (BICARA) di nomor 131," ujarnya, saat dihubungi melalui telepon selularnya, Selasa (26/9/2017). 

Berdasarkan Peraturan BI No 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran, penyelenggara jasa sistem pembayaran dilarang mengambil dan menggunakan data selain untuk tujuan pemrosesan transaksi pembayaran, misalnya dengan mengambil data kartu melalui penggesekan di mesin kasir. 

"Penggesekan ganda itu terjadi ketika pedagang melakukan penggesekan kartu nontunai lebih dari sekali, selain di mesin EDC. Pelarangan penggesekan ganda dilakukan untuk melindungi masyarakat dari pencurian dan penyalahgunaan data dan informasi kartu," ujarnya. 

Terkait dengan pelaporannya, untuk Papua, dirinya mengaku tak memegang data berapa jumlah laporan adanya penggesekan kartu nontunai tersebut.

"Semua pengaduan langsung ditangani kantor pusat," ujarnya. 

Widiono mengimbau agar pihak perbankan lebih massif mensosialisasikan pelarangan penggesekan dua kali di merchant  sebab ini akan merugikan dua belah pihak. 

Warga Jayapura, Purwanto, mengatakan pernah mengalami hal penggesekan dobel swipe saat melakukan transaski nontunai. Namun, ia membayar menggunakan kartu debit. Saat itu, kartu debitnya digesek dua kali di mesin kasir dan EDC. 

"Pernah, pas belanja pakai kartu debit, kartunya sudah digesek di mesin kasir terus digesek di mesin EDC. Saya diam saja karena tidak paham. Saya kira memang seperti itu prosedurnya,” tutur Purwanto (*) 

 

loading...

Sebelumnya

Distributor jual mahal, harga beras di Pasar Youtefa naik

Selanjutnya

BPR ajak siswa menabung sejak dini

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe