TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Kepala OPD diingatkan jangan sering ikut gubernur
  • Rabu, 27 September 2017 — 18:58
  • 1386x views

Kepala OPD diingatkan jangan sering ikut gubernur

"Saya harap, pimpinan OPD jangan selalu menunggu gubernur atau ikut-ikut gubernur terus. Kerja saja sesuai tugasnya, karena kondisi ini berdampak pada penyerapan anggaran yang tidak maksimal," kata Emus kepada Jubi, Rabu (27/9/2017).
Ilustrasi suasana sidang pembahasan anggaran di DPR Papua - Dok. Jubi
Arjuna Pademme
[email protected]
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Anggota Komisi I DPR Papua yang membidangi pemerintahan, Emus Gwijangge mengingatkan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Papua, jangan sering mendampingi atau ikut gubernur, ketika pimpinan Papua itu melaksanakan tugas di luar daerah.

Ia mengatakan, lantaran para kepala OPD tidak konsentrasi melaksanakan tugas, berimbas pada penyerapan anggaran tahun ini yang hingga kini baru mencapai 42 persen untuk semua OPD.

"Saya harap, pimpinan OPD jangan selalu menunggu gubernur atau ikut-ikut gubernur terus. Kerja saja sesuai tugasnya, karena kondisi ini berdampak pada penyerapan anggaran yang tidak maksimal," kata Emus kepada Jubi, Rabu (27/9/2017).

Menurutnya, OPD di lingkungan Pemprov Papua harus bekerja maksimal di waktu yang tersisa kurang lebih tiga bulan ke depan, untuk meningkatkan penyerapan anggaran.

"Kalau penyerapan anggaran belum maksimal, jangan lagi minta anggaran tambahan, anggaran yang ada saja tidak maksimal, minta lagi. Akibatnya, banyak anggaran yang dikembalikan ke kas negara," ujarnya.

Politikus Partai Demokrat itu juga mengingatkan, agar eksekutif tidak terlambat menyerahkan materi APBD Induk Tahun Anggaran 2018 ke DPR Papua, seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Segera masukan materi APBD induk. Jangan selalu terlambat, karena sidang juga akan terlambat, hanya formalitas, dan ini berdampak pada penyerapan anggaran," ujarnya.

Legislator Papua lainnya, Thomas Sondegau mengatakan penyerapan anggaran Provinsi Papua yang secara umum baru mencapai 42 persen, masih jauh dari harapan.

"OPD harus bekerja keras meningkatkan penyerapan anggaran. Minimal bisa mencapai 80 atau 85 persen hingga akhir tahun anggaran," kata Thomas.

Ia menyarankan OPD tidak memaksakan pelaksanaan program yang tak dapat diselesaikan hingga akhir tahun anggaran.

"Sebaiknya program yang dilaksanakan yang dapat dituntaskan dan memacu penyerapan anggaran," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Legislator pesimis kelangkaan BBM di Peguteng bisa ditekan

Selanjutnya

Pendeta Yoman: adat tetap adat, politik tetap politik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat