Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Sebagai pemilik ulayat, orang Marind Imbuti merasa dianaktirikan
  • Kamis, 28 September 2017 — 09:59
  • 533x views

Sebagai pemilik ulayat, orang Marind Imbuti merasa dianaktirikan

Kehidupan orang Marind Imbuti sebagai pemilik tanah ulayat di wilayah Kota Merauke, selama ini merasa dianaktirikan dan tak diberikan perhatian baik oleh pemerintah. Akibatnya, dari tahun ke tahun, kehidupan mereka stagnan atau hanya jalan di tempat.
Masyarakat Marind-Imbuti sedang mendengar arahan Wakapolda Papua, Brigjen (Pol) Agus Riyanto – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Merauke, Jubi - Kehidupan orang Marind Imbuti sebagai pemilik tanah ulayat di wilayah Kota Merauke, selama ini merasa dianaktirikan dan tak diberikan perhatian baik oleh pemerintah. Akibatnya, dari tahun ke tahun, kehidupan mereka stagnan atau hanya jalan di tempat.

Hal itu disampaikan dua tokoh masyarakat Marind-Imbuti, H Waros Gebze dan Yoseph Kanda Mahuze, saat dialog bersama Wakapolda Papua, Brigjen (Pol) Agus Riyanto, Rabu (27/9/2017).

Menurut Waros, selama ini orang Marind-Imbuti membuka diri bagi siapa saja, termasuk warga non Papua untuk masuk ke Merauke. Namun sayangnya, sentuhan pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat  lokal oleh pemerintah hingga kini masih sangat minim.

“Kami berharap Pak Wakapolda dapat menyuarakan kepada pemerintah provinsi agar memberikan perhatian kepada masyarakat Imbuti, karena kehidupannya tak pernah berubah dibandingkat orang non Papua,” pintanya.

Hal serupa disampaikan Yoseph Kanda Mahuze. Menurutnya, banyak anak Marind telah menamatkan studi di bangku SMA maupun perguruan tinggi, namun tak diberikan perhatian pemerintah setempat.

“Akibatnya mereka menganggur dan tidak mempunyai penghasilan yang bisa membantu ekonomi keluarga. Berbagai cara telah kami lakukan, tetapi tak direspon baik oleh pemerintah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Yoseph juga menegaskan pihaknya sedang memperjuangan penyelesaian pembayaran tanah pelabuhan maupun bandara. Hanya saja, urusan tak kunjung tuntas.

“Berulang kali kami membangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Merauke untuk membantu penyelesaian, namun tak ada respon positif,” ujarnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Pemkab Merauke diminta anggarkan dana untuk pembenahan fasilitas jelang PON 2020

Selanjutnya

Polisi diminta hargai adat dan budaya orang Marind Imbuti

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe