Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Polisi diminta hargai adat dan budaya orang Marind Imbuti
  • Kamis, 28 September 2017 — 10:04
  • 570x views

Polisi diminta hargai adat dan budaya orang Marind Imbuti

Polisi diminta menghargai adat dan budaya orang Marind Imbuti dan tidak boleh menyepelekan karena adat dan budaya menjadi pegangan hidup bagi mereka sebagai warisan para leluhur.
Anak asli Marind-Imbuti, Hendrikus Hengky Ndiken, sedang menyampaikan beberapa persoalan kepada Wakapolda Papua – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor :
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Merauke, Jubi - Polisi diminta menghargai adat dan budaya orang Marind Imbuti dan tidak boleh menyepelekan karena adat dan budaya menjadi pegangan hidup bagi mereka sebagai warisan para leluhur.

“Kenapa saya minta adat dan budaya orang Marind dihargai, karena beberapa bulan lalu saat ada pemalangan tanah yang belum diselesaikan ganti ruginya,dengan dipasang sasi adat, polisi datang membuka secara sepihak,” tegas salah seorang anak Marind Imbuti, Hendrikus Hengky Ndiken, saat sesi tanya jawab dengan Wakapolda Papua, Brigjen (Pol) Agus Riyanto, Rabu (27/9/2017).

Pembukaan sasi adat, lanjut Hengky, dilakukan secara sepihak, sehingga membuat ketidakpuasan masyarakat Marind-Imbuti. Harusnya polisi melakukan koordinasi terlebih dahulu agar yang memasang sasi adat tersebut membukanya sendiri.

“Kami minta polisi tidak seenaknya membuka begitu saja karena pemasangan sasi adat dilakukan dengan ritual. Tolong hargai kami sebagai pemilik negeri ini,” pintanya.

Hengky mengaku pihaknya tak ingin menyudutkan Polres Merauke. Tetapi ini menjadi masukan agar ke depan, kalau ada pemalangan, tidak serta merta polisi membuka sasi adat yang dipasang.

Wakapolda Papua, Brigjen (Pol) Agus Riyanto, mengaku pihaknya baru mendengar informasi tersebut. Selama ini tak ada laporan dari Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bahara Marpaung.

“Saya kira ini menjadi catatan dan ke depan agar diperhatikan oleh Kapolres Merauke. Jika ada pemalangan dan hendak dibuka, dikoordinasikan bersama masyarakat pemilik ulayat,” pintanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Sebagai pemilik ulayat, orang Marind Imbuti merasa dianaktirikan

Selanjutnya

Wakapolda Papua canangkan kampung ATM di masyarakat Marind-Imbuti

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe