Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Langkah bersejarah di Apia untuk pelarangan asbes di Pasifik
  • Kamis, 28 September 2017 — 12:10
  • 519x views

Langkah bersejarah di Apia untuk pelarangan asbes di Pasifik

Direktur Jenderal S.P.R.E.P, Leota Kosi Latu, saat pertemuan di Apia minggu lalu - Samoa Observer
Admin Jubi
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Apia, Jubi  –  Sejarah baru terjadi di Apia minggu lalu dengan adanya dukungan untuk sebuah proposal yang mengusung kerja sama kepulauan Pasifik dalam membatasi atau melarang asbes.

Proposal tersebut, yang diperjuangkan oleh Kepulauan Cook dan disponsori oleh Tonga dan Australia, disahkan oleh perwakilan dari dua puluh satu anggota di Kepulauan Pasifik dan lima anggota metropolitan dari Secretariat of the Pacific Regional Environment Programme/Sekretariat Program Lingkungan Regional Pasifik (S.P.R.E.P) pada Rapat Anggotanyanya yang ke-28.

Berbicara atas nama Kepulauan Cook, Direktur Layanan Lingkungan Hidup Nasional Kepulauan Cook, Joseph Brider, mengungkapkan kegembiraannya atas hasil positif tersebut:

“Kepulauan Cook sangat senang dengan keputusan rapat S.P.R.E.P. Kami percaya bahwa ini menunjukkan bahwa kepulauan Pasifik benar-benar bersatu dalam mengelola bersama wilayah ini dan komitmen kami terhadap masa depan yang berkelanjutan.“

Paula Ma'u, Pejabat Eksekutif Tertinggi Kementerian Meteorologi, Energi, Informasi, Penanggulangan Bencana, Lingkungan, Perubahan Iklim dan Komunikasi Tonga, mengatakan bahwa langkah untuk melarang asbes di Pasifik sangat penting mengingat kegagalan berulang-ulang untuk mencapai konsensus tentang pencatatan asbes chrysotile pada Annex III Konvensi Rotterdam tersebut:

“Tonga sangat puas telah bisa mensponsori proposal dari Kepulauan Cook untuk larangan regional Pasifik terhadap asbes. Merancang secara rinci larangan tersebut akan menjadi bagian yang penting karena ia harus memperbolehkan impor limbah asbes karena beberapa negara di kepulauan Pasifik memiliki sumber daya yang terbatas untuk membuang asbes dengan aman.”

Survei baseline asbes regional Pasifik pada tahun 2014 menemukan lebih dari 187.000 meter persegi asbes di sebelas negara kepulauan Pasifik, 78% di antaranya tergolong berisiko tinggi atau sedang. Survei tersebut juga menemukan bukti bahwa bahan bangunan baru yang berisi Asbes telah diimpor ke wilayah tersebut.(Samoa Observer/Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

Vanuatu tambah dua Stasiun Cuaca Otomatis

Selanjutnya

Konferensi perempuan terbesar Pasifik akan diselenggarakan di Fiji

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6150x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5737x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3864x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe