Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Bomberai
  3. Pengrajin Kaimana butuh perhatian
  • Kamis, 28 September 2017 — 12:37
  • 415x views

Pengrajin Kaimana butuh perhatian

Keinginan itu terkait dengan  sejumlah hambatan yang membuat produk mereka kurang diminati publik.
ilustrasi, sejumlah kerjinan di Phulende Art Shop - Jubi / dok. Yance Wenda.
Jacob Owen
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Kaimana, Jubi -  Para pengrajin produk tradisional di Kabupaten Kaimana  butuh perhatian pemerintah untuk megembangkan produksi dan pemasaran secara luas. Keinginan itu terkait dengan  sejumlah hambatan yang membuat produk mereka kurang diminati publik.

“Selama ini belum ada ruang yang disediakan pemerintah daerah bagi kelompok pengrajin. Sehingga produk yang dihasilkan oleh anggota kelompok, tidak bisa dipasarkan,” kata Kans Taran, seorang pengrajin hiasan kepala dari bulu Kasuari, yang berdomisili di Kaimana, saat mengikuti pameran Pesparawi yang digelar oleh pemerintah daerah setempat.

Kans mengaku selama ini kesempatan menjual hasil kerajinan hanya melalui pameran. Itu pun pameran yang diadakan oleh Pemerintah dan hanya sekali dalam setahun. “Kalau untuk memasarkan keluar, masih agak sulit,” kata Kans menambahkan.

Ia menjelaskan, hambatan yang dialami  selain tidak ada operasional, tapi juga hasil kerajinan yang dibuat belum bagus. Kondisi itu akibat pembinaan, pelatihan di luar Kaimana belum diadakan. Bahkan, menurut Kans, nilai jual produk yang dibuat belum memiliki daya saing yang bagus.

Hal yang sama juga di ungkapkan perajin lain, Ester Manuku yang membuat aneka barang berbahan kulit buaya, Ester  mengaku belum punya wadah berkelompok sehingga upaya memasarkan hasil kerajinan tangan masyarakat maish rendah. “Ini membuat para pengrajin enggan memproduksi kerajinan lokal dalam jumlah yang banyak,” kata Este.

Ia berpendpat jika  disediakan ruang atau pasar khusus para perajin berani memproduksi karyanya secara masal. “Saya berharap perlu adanya koperasi khusus untuk menampung hasil kerajinan pengrajin, sehingga bisa memotivasi pengrajin,” kata Ester.

Ester selama ini merasa kurang termotivasi, hasil karya yang dibuat pun tidak pernah terjual. Hal ini menghambat ekonomi mereka yang sangat rendah dari kerja memproduksi kerajinan.

“Sehingga pengrajin hanya baru mau membuat karya kalau sudah mau dekat pameran,” katanya.

Anggota dewan wakil rakyat Kaimana, Frans Amerbay berharap ada pelatihan yang dilakukan oleh dinas terkait. “Kalau sekedar buat kuliner, saya pikir tidak masalah. Satu kali dibimbing pasti mereka langsung bisa,” kata  Frans.

Fran berharap  pelatihan khusus tentang kerajinan yang memerlukan ketelitian dan kerja keras, tak bisa dilakukan sekali langsung jadi. “Kalau perlu datangkan  pelatih ahli saya pikir tepat, supaya pengrajin ini bisa langsung belajar pada ahlinya,” kata Frans menjelaskan.

Menurut dia, dewan wakil rakyat siap mensuport anggaranya lewat sidang APBD untuk meningkatkan kreativitas mengembangkan produk lokal. (*)

 

Sebelumnya

Kapolres Kaimana ancam bubarkan demonstrasi tanpa izin

Selanjutnya

Proyek senilai Rp 49 miliar Pemkab Kaimana siap digarap

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe