Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Musim pertama buah matoa, harga per kilo tembus Rp 150 ribu
  • Kamis, 28 September 2017 — 14:46
  • 407x views

Musim pertama buah matoa, harga per kilo tembus Rp 150 ribu

Di musim pertama matoa berbuah, harga di pasaran bisa tembus angka Rp 150 ribu untuk jenis matoa kelapa. Sementara matoa papeda dijual lebih murah, berkisar antara Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu.
Agustina Udam saat mengatur matoa dagangannya - Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Sentani,  Jubi  -  Di musim pertama matoa berbuah, harga di pasaran bisa tembus angka Rp 150 ribu untuk jenis matoa kelapa. Sementara matoa papeda dijual lebih murah, berkisar antara Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu.

Matoa, buah khas tanah Papua, adalah buah musiman dan dalam setahun hanya berbuah satu kali. Sekitar bulan September dan Oktober adalah musim pertama buah matoa. Biasanya stok di pasar belum terlalu banyak yang menyebabkan harga masih relatif mahal.

Matoa kelapa daging buahnya lebih kenyal dibanding matoa papeda, yang daging buahnya lebih berair. Warga masyarakat lebih suka matoa kelapa. Itulah yang membuat harganya lenih mahal dibanding matoa papeda. 

Agustina Udam, penjual matoa di jalan masuk bandara Sentani, menceritakan dirinya membeli buah matoa dari penjual di pinggiran danau Sentani dengan jenis matoa berbeda-beda.

"Saya ambil matoa di dermaga Yahim. Saya langsung ambil dari pemilik pohon. Ada matoa kelapa dan ada matoa papeda," katanya, kepada Jubi di Sentani, Rabu (27/9/2017).

Ibu empat anak ini mengatakan dia membeli matoa dari pemilik pohon disesuaikan dengan besarnya modal awal yang dia miliki.

"Kalau modal besar bisa beli sampe 10 karung. Tapi kadang hanya lima atau empat karung. Bahkan pernah hanya bisa beli tiga karung. Per karung isi 15 kg matoa.  Satu karung biasanya kena Rp 800 ribu sampai Rp 900 ribu. Kalau sudah pindah tangan sudah lebih mahal lagi. Satu karung bisa Rp 1 juta," ucap perempuan berumur 51 tahun ini.

Agustina menjelaskan pada awal musim harga buah matoa biasanya memang belum bersahabat alias masih mahal.

"Matoa papeda saya jual Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu. Ada yang tawar Rp 150 ribu untuk 2 kilo, tapi saya tra mau kasih. Kalo matoa kelapa Rp 150 ribu per kilo," kata perempuan asal Genyem ini.

Ia menambahkan lima karung matoa yang dibelinya, akan habis terjual dalam dua sampai tiga hari.

"Pendapatan itu tergantung pembeli. Kalau habis itu baru bisa kembali modal. Kalau tidak itu tidak bisa. Saya beli dengan modal Rp 5 juta. Kalau laku semua, ya dibagi dua saja," ujarnya.

Udam mengungkapkan hasil jualan matoa ini ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

"Selain pake makan minum, juga untuk bayar kuliah anak. Mama ada empat anak, perempuan tiga, laki-laki satu orang," jelasnya.

Selain di Sentani, sore hari Agustina Udam berjualan matoa di seputara Abepura Kota Jayapura.

Di tempat terpisah, Vanessa, salah seorang pelanggan Agustina Udam, mengatakan ia penggemar berat buah matoa.

"Kalo yang sudah tahu dia pu rasa, pasti tidak pikir harga mahalnya. Yang dong tahu bagaimana bisa menikmati buah enak ini," ucapnya sambil tersenyum. (*)

Sebelumnya

Mesin elektronik pertamini laku keras di pasaran

Selanjutnya

GATF dukung pengembangan pariwisata nasional

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe