Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Penduduk Manus berjuang lawan kenaikan muka air laut
  • Senin, 17 Oktober 2016 — 15:35
  • 588x views

Penduduk Manus berjuang lawan kenaikan muka air laut

Penduduk di pulau Mbuke, provinsi Manus Papua Nugini berjuang keras melawan dampak perubahan iklim berupa kenaikan muka air laut yang terus meningkat. Upaya mereka antara lain merehabilitasi kawasan pantai.
Kawasan pantai di pulau Mbuke. --PINA
PINA
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:20 WP
Features |
Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:03 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Manus, Jubi – Penduduk di pulau Mbuke, provinsi Manus Papua Nugini berjuang keras melawan dampak perubahan iklim berupa kenaikan muka air laut yang terus meningkat. Upaya mereka antara lain merehabilitasi kawasan pantai.

“Kami masih menghadapi masalah yang sama dan terus mencari cara lain untuk berusaha beradaptasi dengan dampak perubahan iklim,” ujar konselor kota, Selarn Kaluwin.

Dalam program rehabilitasi kawasan pantai tersebut adalah membangun dinding laut dan menanam tanaman mangrove. Kedua upayanya itu cukup berhasil. “Kami juga telah berbicara kepada pemerintah provinsi yang mengunjungi kami pekan lalu dan mereka menyambut rencana-rencana kami ini serta mereka akan memberikan dukungan pada kami untuk mewujudkan program ini,” ujar Kaluwin.

Kaluwin mengatakan, program jangka panjang mereka adalah untuk merelokasi penduduk ke pulau yang lebih besar dan terhindar dari ancaman bahaya gelombang laut. Untuk hal ini, mereka telah membahasnya dengan pemerintah pusat agar dapat segera memulai proses relokasi.

Sementara itu, pemerintah Papua Nugini harus mulai menggunakan alat peramal cuaca secara efektif untuk meminimalisasi dampak bencana alam seperti El Nino. Sistem Peringatan Dini Bencana (RIMES) di Papua Nugini belum terlalu efektif dalam mencegah kerusakan dan korban bencana karena kerapkali terlambat.

Tenaga ahli dari RIMES, Ruby Policarpio mengatakan bahwa pemerintah bertanggungjawab menggunakan informasi cuaca secara lebih efektif untuuk mencegah dampak bencana. “Semua sektor, termasuk pertanian, infrastruktur, kesehatan harus memanfaatkan seluruh informasi cuaca untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana alam,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika sistem peringatan dini dimanfaatkan secara baik dan benar, maka kerugian akibat bencana baik jumlah korban nyawa maupun kerugian materil bisa dikurangi. (*)

loading...

Sebelumnya

Kunjungan Bainimarama di Selandia Baru dimulai besok

Selanjutnya

Flosse alihkan dukungan ke Sarkozy

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6692x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 3326x views
Penkes |— Rabu, 21 Februari 2018 WP | 2834x views
Lapago |— Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2371x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe