Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Atasi sampah, pemerintah distrik Sentani launching bank sampah di Komba 
  • Kamis, 28 September 2017 — 16:12
  • 593x views

Atasi sampah, pemerintah distrik Sentani launching bank sampah di Komba 

Sampah sudah menjadi persoalan klasik di tengah masyarakat. Perkembangan sebuah daerah tidak terlepas dengan adanya sampah yang dihasilkan oleh masyarakatnya sendiri. 
Tumpukan sampah plastik di bank sampah yang akan diolah kembali menjadi bahan yang berguna - Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Sentani, Jubi - Sampah sudah menjadi persoalan klasik di tengah masyarakat. Perkembangan sebuah daerah tidak terlepas dengan adanya sampah yang dihasilkan oleh masyarakatnya sendiri. 

Hingga saat ini belum ada data yang akurat terkait jumlah beban sampah yang dihasilkan masyarakat yang tinggal di Kabupaten Jayapura secara umum. Sementara persoalan klasik ini tetap menjadi bahan pembicaraan yang setiap hari didiskusikan oleh masyarakat yang tanpa sadar juga sering membuang sampah tidak pada tempatnya. 

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Distrik Sentani meluncurkan sebuah wadah yang disebut bank sampah Kenambay Umbay di kampung Yobeh (Komba) distrik Sentani. Bank sampah Kenambay Umbay ini sebelumnya dikelola secara pribadi dengan membeli dan mengumpulkan sampah-sampah plastik dari masyarakat.

Kepala Distrik Sentani, Alfons Awoituaw, pada kesempatan setelah meluncurkan bank sampah di kampung Yobeh mengatakan tujuan peluncuran bank sampah ini lebih kepada bagaimana penanganan sampah oleh pemerintah daerah secara khusus di Sentani, serta seberapa jauh peran serta komunitas yang perduli terhadap lingkungan.

“Pemerintah distrik lebih kepada kebijakan terhadap penataan lingkungan yang menjadi kebutuhan masyarakat. Oleh sebab itu metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang didalamnya ada komunitas yang bisa juga menjadi corong masyarakat untuk menyuarakan hal ini kepada pemerintah daerah," jelas Alfons Awoitauw, disela-sela kegiatan tersebut, Kamis (28/9/2017).

Dikatakan, terkait persoalan klasik yang sudah menjadi buah bibir masyarakat saat ini seharusnya tidak dibicarakan secara terpisah serta mengedepankan ego masing-masing.

"Kalau ada komunitas atau pribadi yang benar-benar perduli dengan lingkungan dan sampah maka disinilah tempatnya untuk mengutarakan semua yang dipikirkan untuk kebaikan daerah ini. Tidak bisa kita bicara secara terpisah dan sendiri tanpa ada solusi yang didapatkan. Dengan hadirnya bank sampah disini maka sudah pasti sampah yang dikumpulkan ini dapat berubah menjadi barang yang dibutuhkan oleh masyarakat di kemudian hari," ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua Forum Kota (Forkot) Sentani, Deniks Felle, mengingatkan kepada pemerintah daerah dan juga DPR Kabupaten Jayapura terkait Peraturan Daerah (Perda) Sampah yang telah dibuat menjadi aturan yang mengikat masyarakat, hendaknya Perda tersebut disosialisasikan.

"Ada aturan yang sudah dibuat, tetapi tidak diberitahukan kepada masyarakat kita, ya sama saja. Masyarakat menganggap tidak ada hal yang mengikat atau larangan yang harus ditaati. Dengan adanya bank sampah seperti ini maka sudah saatnya disosialisasikan perdana ke tengah masyarakat sehingga apa yang dibuat ini juga tidak mubazir," ungkapnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Masyarakat minta infrastruktur jalan di sejumlah distrik diperbaiki

Selanjutnya

Pedagang mengaku tidak ada pungli di pasar Pharaa Sentani 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe