Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Pedagang mengaku tidak ada pungli di pasar Pharaa Sentani 
  • Kamis, 28 September 2017 — 16:32
  • 491x views

Pedagang mengaku tidak ada pungli di pasar Pharaa Sentani 

Sejumlah pedagang yang berjualan di pasar Pharaa Sentani mengaku tidak ada pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum tertentu di pasar tersebut seperti yang ramai dibicarakan masyarakat. 
Aktivitas jual beli di salah satu bangunan pasar Pharaa Sentani - Jubi/Engel Wally  
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Sentani, Jubi - Sejumlah pedagang yang berjualan di pasar Pharaa Sentani mengaku tidak ada pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum tertentu di pasar tersebut seperti yang ramai dibicarakan masyarakat. 

"Para petugas di pasar ini bekerja dengan baik, bahkan kalau dibilang cukup bersabar menghadapi ratusan bahkan ribuan pedagang yang berjualan di pasar ini. Jangankan pungli, retribusi pasar sampai saat ini belum berjalan di gedung baru yang kami tempati karena belum ada perintah," jelas mama Ribka, pedagang sayur yang ditemui Jubi di pasar Pharaa Sentani, Kamis (28/9/2017).

Mama Ribka menjelaskan selama berjualan di gedung baru, para petugas yang ditugaskan untuk mengatur para pedagang yang berjualan sesuai dengan jenis barang jualannya memang agak kelabakan dengan kemauan keras para pedagang yang sangat sulit diatur. Kendati demikian, menurutnya, pasar yang direncanakan akan diresmikan orang nomor satu di Republik ini harus ditata dengan lebih baik lagi.

"Pedagang mau di depan sementara bangunan ini sudah terbuka tanpa disekat sehingga terlihat masih acak sekali pasar ini. Karena pedagang berjualan tidak sesuai dengan jenis barangnya. Misalnya, gedung A dikhususkan untuk pedagang sayur, gedung B khusus untuk pedagang pinang, dan seterusnya. Sehingga terlihat rapi dan memudahkan para pembeli ketika datang ke pasar ini," ujarnya.

Kepala UPTD Pasar Pharaa Sentani, Daniel Sokoy, mengaku pihaknya selama bertugas tidak melaksanakan aktivitas yang diluar dari aturan pasar.

"Mungkin yang disangkakan itu terkait pembangunan bangunan di sepanjang sisi bangunan baru yang ditempati oleh pedagang pinang dan penjual minuman kopi susu. Tempat jual yang digunakan ini adalah swadaya mereka sendiri yang biaya satu meja jualan tidak kurang dari lima juta rupiah. Mestinya kita bersyukur karena yang dibangun ini adalah swadaya mereka sendiri. Kalau mau pemerintah yang bangun maka biayanya bisa mencapai miliaran rupiah," ungkapnya. (*) 

 

loading...

Sebelumnya

Atasi sampah, pemerintah distrik Sentani launching bank sampah di Komba 

Selanjutnya

Jaringan telekomunikasi jangkau 85 persen wilayah kabupaten Jayapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe