Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Anggota TNI terdakwa kasus terbakarnya kitab suci dipecat
  • Jumat, 28 September 2017 — 04:33
  • 2191x views

Anggota TNI terdakwa kasus terbakarnya kitab suci dipecat

"Terdakwa terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan penodaan agama. Terdakwa dipidana penjara dua tahun enam bulan, dipotong masa tahanan dan dipecat dari kesatuan TNI AD," kata Kolonel James F Vanderslot ketika membacakan putusan.
Suasana pembacaan putusan majelis hakim Pengadilan Militer III-19 Jayapura, Kamis (28/9/2017), dalam kasus terbakarnya kitab suci - Jubi/Arjuna 
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Majelis Hakim Pengadilan Militer III-19 Jayapura memvonis anggota Yonif 410/Alugoro TNI AD, Serda Bangun Ahmad Kasmawan, terdakwa dalam terbakarnya kitab suci di kompleks kediaman Kasrem 172/PWY, Padang Bulan, Kota Jayapura, Papua, 25 Mei 2017, dengan hukuman dua tahun enam bulan penjara, dipotong masa tahanan, dan pemecatan dari kesatuan TNI AD.

Dalam sidang yang berlangsung, Kamis (28/9/2017), sejak pukul 13.00 WP-18.00 WP, dipimpin Hakim Ketua Kolonel James F Vanderslot, didampingi dua Hakim Anggota Letkol Dwi Yudo Utomo dan Mayor Dendi Sutiyoso, majelis hakim menilai terdakwa terbukti bersalah dan melakukan tindakan penodaan agama.

"Terdakwa terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan penodaan agama. Terdakwa dipidana penjara dua tahun enam bulan, dipotong masa tahanan dan dipecat dari kesatuan TNI AD," kata Kolonel James F Vanderslot ketika membacakan putusan.

Majelis hakim memerintahkan terdakwa tetap ditahan dan dibebankan membayar biaya persidangan senilai Rp15. Ada beberapa pertimbangan majelis hakim menjatuhkan vonis lebih berat kepada terdakwa, dari tuntutan oditur militer yang hanya menuntut 12 bulan pidana penjara, dipotong masa tahanan.

Pertimbangan itu di antaranya, majelis hakim menilai perbuatan terdakwa bertentangan dengan kepatutan dan kelayakan sikap seorang prajurit TNI. Terlebih lagi terdakwa yang melakukan tugas pengamanan perbatasan RI-PNG adalah prajurit pilihan, sehingga harus diberi sanksi tegas, supaya tidak mengulangi perbuatannya dan tidak diikuti prajurit lain.

"Hal-hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa merusak citra TNI di mata masyarakat. Perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah yang sedang gencar memperkokoh dan memperkuat persatuan bangsa," ujar Kolonel James. 

Usai membacakan putusan, majelis hakim memberikan pilihan kepada terdakwa, apakah menerima putusan, menolak putusan dan melakukan banding, ataukah pikir-pikir. 

Setelah berkonsultasi dengan penasihat hukumnya, terdakwa menyatakan pikir-pikir. Namun hakim ketua mengingatkan terdakwa hanya memiliki waktu tujuh hari untuk pikir-pikir. Jika dalam waktu itu terdakwa tidak menggunakan haknya, dianggap menerima putusan. 

Selain terdakwa dan kuasa hukumnya yang pikir-pikir dengan putusan majelis hakim itu, oditur militer juga menyatakan hal yang sama, dengan alasan putusan tersebut tidak sesuai tuntutan.  

Usai sidang putusan, Pdt. Dora Balubun dari Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua mengatakan, berterimakasih kepada majelis hakim terhadap putusannya.

"Bagi kami, keadilan memang harus ditegakkan. Kami memberi pengampuann, tapi hukum tetap ditegakkan, supaya ke depannya tidak lagi terjadi hal seperti ini di tanah Papua, dan di manapun," kata Pdt. Dora Balubun.

Kepala kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramadey mengatakan, putusan majelis hakim ini tentu mempertimbangkan keadilan publik, karena terdakwa bukan melawan umat beragama tertentu, namun publik. 

"Ini cukup baik, supaya ke depan kasus serupa tidak lagi terjadi, karena dapat mencederai toleransi umat beragama. Ini bukan masalah penganut agama tertentu, tapi untuk rasa keadilan publik," kata Frits. (*) 

Sebelumnya

Polda Papua amankan 15.000 butir PCC dari Makassar 

Selanjutnya

Stakeholder diingatkan segera membentuk Komisi HAM Papua 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe